Share

Mengungkap Sumber Kekayaan Briptu Hasbudi, Polisi Tajir Pemilik Tambang Emas Ilegal! Gajinya Cuma Segini

Ikhsan Permana, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 320 2593165 mengungkap-sumber-kekayaan-briptu-hasbudi-polisi-tajir-pemilik-tambang-emas-ilegal-gajinya-cuma-segini-c1OFSNkmMA.jpg Mengungkap Sumber Kekayaan Briptu Hasbudi (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Mengungkap sumber kekayaan Briptu Hasbudi, polisi tajir pemilik tambang emas ilegal hingga dugaan bisnis haram lainnya. Diketahui, Briptu Hasbudi merupakan polisi berharta miliaran Rupiah.

Selain tambang ilegal, Briptu Hasbudi juga ternyata memiliki sejumlah bisnis lain.

Dari penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Kaltara, Briptu Hasbudi memiliki usaha ilegal pengiriman baju bekas dari Malaysia ke sejumlah daerah di Indonesia. Selain itu, ada dugaan Briptu Hasbudi juga menjalankan bisnis narkoba.

Baca Juga: Crazy Rich Kalimantan, Briptu Hasbudi Polisi Sultan Pemilik Tambang Emas yang Kini Dibui

Kira-kira berapa gaji yang didapat Briptu Hasbudi sebagai polisi berpangkat bintara?

Untuk besaran gaji polisi sudah ditetapkan di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17/2019 tentang Perubahan Keduabelas atas PP Nomor 29/2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

Gaji polisi dibedakan sesuai golongan. untuk jajaran Tamtama memiliki gaji Rp1.643.500-Rp2.960.700. Kemudian untuk Bintara Rp2.103.700-Rp4.032.600.

Selanjutnya Perwira Pertama Rp2.735.300-Rp4.780.600. Kemudian Menengah Rp3.000.100-Rp5.243.400 dan yang tertinggi adalah Perwira Tinggi Rp3.290.500-Rp5.930.800.

Melihat data di atas, artinya Hasbudi yang berpangkat Briptu memiliki besaran gaji senilai Rp2.169.500- Rp3.565.200 per bulan. Besaran pastinya ditetapkan sesuai dengan masa jabatannya.

Layaknya seperti seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) seorang anggota polisi juga menerima tunjangan setiap bulannya. Salah satu tunjangan yang memiliki nilai besaran paling tinggi adalah tunjangan kinerja (tukin).

Dikutip dari laman resmi Polri, kelas jabatan di lingkungan Polri diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemberian Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai di Lingkungan Polri.

Pada level bintara, seorang polisi berpangkat Bripda dan Briptu masuk golongan kelas jabatan 5. Dengan demikian, Briptu Hasbudi berhak menerima tukin per bulan sebesar Rp2.493.000.

Selain tukin, seorang anggota polisi juga mendapatkan sejumlah tunjangan lain diantaranya ada tunjangan keluarga, tunjangan lauk pauk, tunjangan jabatan, tunjangan khusus daerah Papua dan tunjangan daerah perbatasan. Besarannya tergantung kepada pangkat, jabatan dan daerah penempatan.

Sekadar informasi, Briptu Hasbudi telah ditetapkan menjadi tersangka karena kasus kepemilikan tambang ilegal. Penangkapan yang dilakukan di Bandara Juwara Tarakan tersebut, terkait dengan kepemilikan tambang emas ilegal.

Usaha tambang emas ilegal yang dimiliki Briptu Hasbudi, diduga berada di wilayah Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Briptu Hasbudi dikenal sangat kaya raya. Selain menjalankan bisnis tambang emas ilegal, dia juga memiliki usaha ilegal pengiriman baju bekas dari Malaysia, ke sejumlah daerah di Indonesia. Saat penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang berhasil disita dari Briptu Hasbudi antara lain, ratusan karung pakaian bekas, bangunan rumah mewah, serta dua unit mobil mewah Alphard dan Honda Civic yang diduga merupakan hasil dari usaha ilegal tersebut.

Dirreskrimsus Polda Kaltara, AKBP Hendy F. Kurniawan mengatakan, Briptu Hasbudi diamankan di Bandara Juwata Tarakan, saat hendak terbang ke Makassar.

"Penangkapan dilakukan bekerjasama dengan Polres Bulungan, dan Polres Tarakan," ujar Hendy beberapa waktu lalu.

Tim intelijen dan penyidik Polda Kaltara, juga menggeledah rumah Briptu HSB, yang beralamat di RT 24 Kelurahan Karanganyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, dan menemukan 800 karung pakaian bekas dari Tawau, Malaysia.

Akibat ulahnya membuka penambangan emas ilegal tersebut, Briptu Hasbudi kini harus menjalani penahanan di Polda Kaltara, untuk kepentingan penyelidikan, dan dijerat Pasal 158 junti Pasal 161 UU No. 32/2022 tentang mineral dan batu bara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini