Share

Ekspor CPO Diizinkan, Apa Dampak Bagi Petani?

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 320 2597149 ekspor-cpo-diizinkan-apa-dampak-bagi-petani-4oaqfwRFem.jpg Ekspor CPO dan Minyak Goreng Kembali Dibuka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seluruh Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah resmi mencabut larangan ekspor CPO mulai Senin, 23 Mei 2022 mendatang.

"Kami dari seluruh Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden karena hari ini tanggal 19 Mei 2022 telah mengumumkan secara resmi pencabutan larangan ekspor CPO," ujar Ketua Umum APKASINDO Perjuangan Alvian Arahman lewat keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (20/5/2022).

Alpian mengatakan dengan dibukanya kembali ekpor CPO ini tentunya akan menormalkan tata niaga sawit Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, sebelumnya seluruh organisasi petani sawit yang terdiri dari SPKS, FORTASBI, ASPEKPIR, POPSI dan SPI telah sepakat meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut larangan sementara ekspor bahan baku minyak goreng/CPO. Kebijakan itu dinilai tidak efektif setelah 2 minggu berjalan.

"Kebijakan ini telah diberlakukan sekitar 2 minggu dan telah menimbulkan dampak negatif yang luar biasa kepada petani sawit. Harga Tandan Buah Segar (TBS) jadi turun," ujar Ketua Unum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Alvian Arahman beberapa waktu lalu.

Dia memaparkan, semenjak diberlakukannya kebijakan tersebut harga TBS di seluruh wilayah Indonesia perlahan merangkak turun. Adapun penurunannya sekitar Rp 1.000 – 1.500/kg. Sebagai contoh, harga TBS petani di Sulawesi hanya berkisar Rp 1.500/kg dari harga sekitar Rp3.000/kg sebelum kebijakan pelarangan ekspor CPO.

Lebih lanjut ia mengatakan, tidak hanya penurunan harga TBS petani saja, melainkan para petani juga di hadapkan dengan banyaknya pabrik kelapa sawit yang tutup dengan alasan tangki-tangki penampungan CPO penuh sehingga petani tidak bisa menjual TBS-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini