Share

Duh! Presiden Jokowi Sebut Ada 70% Pengangguran Baru di Asia Pasifik

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 23 Mei 2022 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 320 2598913 duh-presiden-jokowi-sebut-ada-70-pengangguran-baru-di-asia-pasifik-F1tuUFtiaf.jpg Presiden Jokowi soal pengangguran. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung masalah pengangguran dan jurang kemiskinan ekstrim. 

Hal tersebut dikarenakan ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih dan masih di bawah tingkat pra pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi mengatakan belum pulihnya ekonomi di Asia Pasifik dikarenakan adanya pendemi Covid-19, perubahan iklim, dan perang.

 BACA JUGA:Jokowi Akan Libatkan Relawan Tentukan Dukungan Capres 2024

"70% dari total pengangguran baru terjadi di kawasan kita, dan 85 juta penduduk kembali masuk ke jurang kemiskinan ekstrim," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Sidang Komisi ke 78 UNESCAP yang disiarkan secara daring, Senin (23/5/2022).

Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kawasan tahun ini sebagaimana prediksi IMF, turun 0,5% menjadi 4,9%.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

"Inflasi juga diperkirakan mencapai 8,7%, naik 2,8% dari perkiraan semula," katanya.

Selain itu, kata Jokowi, pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) akan semakin tertunda dikarenakan perubahan iklim jangka panjang.

"Pencapaian SDGs semakin tertunda, kawasan kita diperkirakan baru dapat mencapai SDGs paling cepat pada tahun 2065. Dan menurut global climate risk index, 6 dari 10 negara paling terdampak perubahan iklim dalam jangka panjang ada di Asia Pasifik," jelasnya.

 BACA JUGA:Jokowi Sebut Indonesia Sudah Tidak Impor Beras Selama 3 Tahun

Menjawab tantangan tersebut, kata Jokowi, dirinya pun mendukung sepenuhnya upaya UNESCAP memajukan a common agenda to advance sustainable development.

"Penanganan pandemi harus dilanjutkan dan kesenjangan vaksinasi di kawasan harus ditutup.

Kawasan ini memiliki negara dengan pencapaian vaksinasi tertinggi dan juga terendah di dunia.

Keberhasilan vaksinasi menentukan reaktivasi nasional dan konektivitas dengan perekonomian dunia, Unescap dapat mendukung terbentuknya jaringan fasilitas produksi dan distribusi vaksin regional mengatasi tantangan logistik dan mempersingkat rantai pasok," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini