Share

Badan Karantina Kementan Perketat ke Luar Masuk Hewan Ternak dari Luar Negeri

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599536 kementan-tuding-ada-yang-sengaja-masukan-wabah-pmk-ke-indonesia-SbEQAJfxxW.jpg Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Hewan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang menduga adanya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang mewabah hewan ternak masuk dibawa oleh manusia.

Menurut dia Badan karantina sudah melakukan tugasnya dengan sangat ketat di beberapa titik pintu keluar dan masuknya hewan-hewan ternak dari luar negeri.

"Walaupun badan karantina telah melakukan tugasnya dengan sangat ketat di pintu keluar masuknya di Tanah Air tetapi potensi masuknya peluang virus ini sangat mungkin terjadi melalui beberapa hal," ujarnya dalam Webinar bersama Kadin, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya adanya wabah virus PMK yang saat ini mewabah di Indonesia bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang sengaja untuk menyebarkan virus PMK yang sudah berpuluh-puluh tahun silam sudah hilang.

"Bisa jadi media pembawa itu sengaja di masukan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, jadi semacam perang biologis lah, kalau bahasa yang lebih mengerikan," sambungnya.

Bambang mengakui hingga saat ini pun pihak Barantan juga belum menemukan asal muasal masuknya wabah PMK ke Indonesia. Namun sambil melakukan penanganan, Bambang juga menyebut sambil menganalisis dari mana virus tersebut berasal.

"Pesan saya kita untuk saat ini tidak terfokus mencari kambing hitam siapa yang membawa virus ini, tapi lebih ke upaya kita untuk menyembuhkan, mengendalikan penyebarannya," sambungnya.

"Sambil berjalan, kita juga ingin tahu dari mana PMK ini masuknya, kita sudah menjaga ketat, tapi tiba tiba kok masih ada PMK," pungkas Bambang.

Seperti diketahui wabah PMK memiliki daya tular yang sangat cepat, dilihat dari media penularannya bahkan hampir sama dengan virus Covid 19 yang bisa menular melalui udara dan kontak fisik.

Bahkan dalam satu bulan, Kementan dua kali mengumumkan wilayah yang terjangkit wabah PMK, dari sebelumnya ditetapkan 2 provinsi seminggu berselang Mentan mengumkam kembali bahwa wilayah yang terjaring wabah PMK sudah ada di 16 provinsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini