Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angela Tanoesoedibjo Angkat Isu Pembiayaan Pengurangan Risiko Bencana Sektor Pariwisata di Forum GPDRR 2022

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Kamis, 26 Mei 2022 |14:49 WIB
Angela Tanoesoedibjo Angkat Isu Pembiayaan Pengurangan Risiko Bencana Sektor Pariwisata di Forum GPDRR 2022
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo bicara soal pembiayaan pengurangan risiko bencana sektor pariwisata (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

BALI - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo turut serta dalam sesi Ministrial Round Table di forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, di Bali pada Kamis (26/5/2022).

Wamenparekraf Angela menyampaikan sudut pandang Indonesia tentang masalah pembiayaan Disaster Risk Reduction (DRR) di destinasi pariwisata. Menurutnya biaya kerugian bencana akan melebar tergantung pada ekosistem pariwisata tersebut.

"Biaya kerugian bencana melebar karena pariwisata tergantung pada ekosistem yang utuh dan kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sangat penting untuk rencana manajemen terpadu," ujar Wamenparekraf yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital & Kreatif itu.

Wamenparekraf menyampaikan terkait perlunya kolaborasi multi-stakeholder dalam mengatasi bencana. Serta pelaku pariwisata harus mengambil peran aktif dalam antisipasi dan penanggulangan bencana demi mewujudkan industri pariwisata yang berkelanjutan.

"Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berkomitmen untuk agenda ini dengan membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Wamenparekraf.

Turut mendampingi Wamenparekraf, Staf Ahli Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo. Dalam keterangannya, Fadjar menyampaikan dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Kemenparekraf telah meluncurkan aplikasi Carbon Footprint Calculator.

“Program Carbon Footprint Calculator (CFPC) merupakan upaya Kemenparekraf dalam melakukan pengimbangan nilai emisi yang telah dihasilkan, dengan menyerap jejak karbon demi membantu mencegah dampak buruknya pada iklim,” ujar Fadjar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement