Share

Cegah Korupsi, Erick Thohir Tunjuk IFG Kelola Dana Pensiun BUMN

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 30 Mei 2022 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 320 2602490 cegah-korupsi-erick-thohir-tunjuk-ifg-kelola-dana-pensiun-bumn-43pnIvayag.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, Indonesia Financial Group (IFG) ditunjuk Kementerian BUMN untuk pengelola dana pensiun BUMN (Dapen).

Tercatat ada 108 dana pensiun perusahaan pelat merah yang masih terpisah-pisah saat ini.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menjelaskan integrasi dapen ini untuk mengamankan aset para pensiunan BUMN dari tindakan korupsi. Saat ini proses kajian masih terus dilakukan Kementerian BUMN dan manajemen IFG.

 BACA JUGA:Holding BUMN Farmasi Gelontorkan Investasi Rp3,1 Triliun, Buat Apa?

"Kan di asuransi ada jangka panjang, liabilitas, kan ini ada asetnya. Kalau asetnya gagal dikembangkan nanti ada gap ditambahkan oleh pendiri, pendiri ini kan kementerian BUMN, ini kita sudah diskusikan, sudah ada kajiannya nanti pelan-pelan kita akan transfer ke sana (IFG), tujuannya untuk memastikan aset yang dikembangkan ini aman, tidak digunakan untuk investasi yang gak-gak gitu kan," ujar Tiko saat ditemui wartawan di kawasan Hotel The Ritz Carlton, Senin (30/5/2022).

Dia menyampaikan pengelolaan dana pensiun BUMN dalam satu payung perusahaan juga menjaga pertumbuhan aset dan liabilitas. Upaya ini perlu dilakukan agar dapen BUMN tidak mengikuti jejak kasus PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri.

"Jangan sampai para pensiun ternyata asetnya tidak sampai mengejar liability, nanti seperti Jiwasraya dan Asabri. Pas orang pensiun, dia mau narik ternyata asetnya gak ada," ucapnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir memberi sinyal merampingkan 108 dana pensiun BUMN.

Erick mengatakan, dapen BUMN menjadi satu kekuatan bagi BUMN, meski begitu ada potensi korupsi yang bisa saja terjadi akibat pengelolaan dana investasi yang serampangan.

Dia khawatir kasus mega korupsi di PT Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) kembali dipraktikkan di dana pensiun BUMN. Karena itu, perampingan dinilai menjadi upaya reformasi, khususnya memperbaiki tata kelola investasi Dapen.

"Kita lihat bagaimana kami di BUMN juga mengkonsolidasikan dana pensiun kami, yang tadinya terpisah menjadi 108 kita konsolidasikan, sama dana pensiun ini penting menjadi kekuatan, itulah kenapa kita membongkar yang namanya investasi yang tidak baik di Jiwasraya, Asabri," jelasnya.

 BACA JUGA:Holding BUMN Farmasi Raup Pendapatan Konsolidasi Rp43,4 Triliun

Erick memahami investasi merupakan bisnis kepercayaan.

Praktik pidana korupsi yang terjadi di internal perusahaan pelat merah seperti, Asabri dan Jiwasraya, memberi dampak kepercayaan bagi investor.

Bila kepercayaan tidak dipulihkan, maka akan berdampak pada eksistensi perseroan negara lainnya.

"Investasi ini adalah bisnis kepercayaan, kalau kepercayaan ini tidak dibalikan ini bahaya. Itulah kenapa kita melihat banyak penipuan di asuransi penipuan digital online, inilah aturan-aturan yang harus kita perbaiki dan kita tingkatkan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini