Share

Holding BUMN Farmasi Gelontorkan Investasi Rp3,1 Triliun, Buat Apa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 23 Mei 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 320 2598797 holding-bumn-farmasi-gelontorkan-investasi-rp3-1-triliun-buat-apa-hB6vKu2G86.jpg Holding BUMN Farmasi Gelontorkan Investasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Holding BUMN Farmasi akan gelontorkan Rp3,1 triliun di 2022. Nilai ini merupakan akumulasi investasi dari PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indofarma (Persero).

Adapun rinciannya, Bio Farma sebesar Rp 1,88 triliun, Kimia Farma Rp 1,152 triliun, dan Indofarma senilai Rp 72,7 miliar.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut langkah investasi baru ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi holding.

"Total investasi yang akan kami lakukan di tahun ini, untuk masing-masing, Bio Farma sendiri sebagai operating company, kita akan menanamkan investasi sebesar Rp1,88 triliun untuk 2022. Lalu Kimia Farma ada investasi sebesar Rp 1,152 triliun, dan Indofarma Rp72,7 miliar, sehingga total investasi kita di tahun 2022 ini sebesar Rp3,1 triliun," ungkap Honesti saat RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (23/5/2022).

Dari total investasi senilai Rp3,1 triliun, ada Rp 591,6 miliar merupakan sumber pendanaan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diperoleh Holding BUMN Farmasi pada 2020 lalu.

"Dananya yang kita dapatkan dari PMN yang pernah diberikan kepada holding pada akhir 2020," ungkap Honesti.

Menurutnya, aksi korporasi baru ini akan dilakukan secara bertahap. Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan Kementerian Keuangan sebagai pelaporan implementasi dari pelaksanaan PMN pun sudah memberikan persetujuan.

Hingga Maret 2022, Bio Farma berhasil membukukan pendapatan terkonsolidasi senilai Rp7,1 triliun. Capaian ini tercatat masih 99 persen dari target perseroan senilai Rp7,14 triliun. Meski begitu, bila dibandingkan dengan periode sama pada 2021, pendapatan konsolidasi Bio Farma tumbuh sebesar 18 persen.

"Capaian pendapatan Holding BUMN Farmasi sampai akhir Maret 2022 maka pencapaian kita 99 persen dibandingkan target kuartal I tahun ini Rp7,14 triliun dan pencapaian pendapatan kita sebesar Rp7,1 triliun. Kalau dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2021, kita mengalami pertumbuhan sebesar 18 persen," kata Honesty.

Laba bersih konsolidasi sampai akhir Maret 2022 capai 234 persen dari target Rencana Kinerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Namun jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu maka hal tersebut mengalami 29 persen, dengan kondisi yang tidak jauh berbeda di mana penugasan-penugasan untuk pandemi sudah mulai turun," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini