Share

Harga Minyak Dunia Naik Setelah Uni Eropa Setujui Larangan Minyak Rusia

Antara, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 320 2603996 harga-minyak-dunia-naik-setelah-uni-eropa-setujui-larangan-minyak-rusia-nU2E5PJ5ZL.JPG Minyak dunia naik hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada perdagangan Kamis (2/6/222), dengan tercatat untuk minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 78 sen atau 0,7%, menjadi diperdagangkan di USD116,38 per barel pada pukul 00.37 GMT.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk Juli naik 63 sen atau 0,6%, menjadi diperdagangkan di USD115,30 per barel.

 BACA JUGA:Cek Harga Terbaru Minyak Goreng Curah Usai Subsidi Dicabut

Hal ini terjadi karena para pemimpin Uni Eropa menyetujui larangan parsial dan bertahap terhadap minyak Rusia dan China mengakhiri penguncian Covid-19 di Shanghai.

Adapun untuk kedua harga acuan mengakhiri Mei lebih tinggi, menandai kenaikan harga selama enam bulan berturut-turut.

Kemudian para pemimpin Uni Eropa pada prinsipnya sepakat pada Senin (30/5/2022) untuk memotong 90 persen impor minyak dari Rusia pada akhir tahun ini, sanksi terberat blok itu terhadap Moskow sejak invasi ke Ukraina tiga bulan lalu, yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.

Diketahui, sanksi terhadap minyak mentah akan bertahap dalam lebih dari enam bulan dan pada produk olahan selama delapan bulan. Embargo membebaskan minyak melalui pipa dari Rusia sebagai konsesi ke Hongaria.

"Namun, dengan Jerman dan Polandia telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan membeli minyak Rusia melalui pipa atau laut, efek totalnya adalah memotong 90 persen dari penjualan minyak mentah Rusia ke Uni Eropa pada akhir tahun," kata analis dari ANZ Research dalam sebuah catatan.

Lalu, pada penguncian Covid-19 yang kejam di Shanghai berakhir pada tengah malam pada Rabu pagi setelah berlangsung dua bulan, mendorong ekspektasi permintaan bahan bakar yang lebih kuat dari negara tersebut.

Namun laporan bahwa beberapa produsen sedang menjajaki gagasan untuk menangguhkan partisipasi Rusia dalam kesepakatan produksi OPEC+ telah membatasi kenaikan harga minyak.

Ini terjadi meski idak ada dorongan formal bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak untuk memompa lebih banyak minyak guna menebus potensi kekurangan Rusia, beberapa anggota Teluk telah mulai merencanakan peningkatan produksi dalam beberapa bulan ke depan, Wall Street Journal melaporkan, mengutip delegasi OPEC.

"Antisipasi lebih banyak pasokan yang menghantam pasar, bahkan setelah menghentikan Rusia, dapat memicu sebagian dari aksi jual karena minyak menghentikan kenaikan pasca-embargo Uni Eropa," ujar Managing Partner Stephen Innes di SPI Asset Management, dalam sebuah catatan.

Pada produksi minyak mentah AS naik pada Maret lebih dari 3,0% ke level tertinggi sejak November.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini