Share

Global Mediacom (BMTR) Fokus Produksi Konten-Konten Berkualitas

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 278 2605265 global-mediacom-bmtr-fokus-produksi-konten-konten-berkualitas-GFoR52DNvh.jpg Global Mediacom fokus garap konten berkualitas (Foto: MNC Media)

JAKARTA - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) terus fokus memproduksi konten-konten berkualitas. Upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.

Direktur Utama PT Global Mediacom Tbk (BMTR) Hary Tanoesoedibjo mengatakan, persaingan platform OTT di Indonesia semakin besar lantaran penetrasi asing yang mulai mengembangkan sekaligus memacu pertumbuhan konten lokal.

"Jadi kalau persaingan dari OTT asing sih kami tidak takut, meskipun mereka juga produksi konten lokal. Mereka bisa produksi, tapi pertanyaannya adalah bagaimana dengan kualitasnya," kata Hary dalam paparan publik BMTR secara virtual, Jumat (3/6/2022).

Menurut Hary terdapat perusahaan platform OTT asing yang masih kesulitan untuk menjaring pemirsa lokal, mengingat perbedaan budaya.

"Kalau bicara persaingan, contohnya Netflix itu masih kesulitan untuk penetrasi Asia, Asia itu culturenya agak sedikit beda, itulah kenapa market-capnya turun 50% lebih," ungkap Hary.

Menurut Hary, sejumlah platform OTT asing masih mengandalkan konten barat sebagai produk utama mereka. Di sisi lain, persaingan antar-perusahaan asing juga menjadi tantangan.

"Di sana kompetisinya juga besar, karena persaingan dengan Amazon Prime, dan lain," tuturnya.

Hary menegaskan bahwa BMTR sebagai emiten holdings perusahaan media di grup MNC masih terus bertumbuh. Sejumlah program tayangan unggulan dinilai berkontribusi besar menyerap iklan.

"Kalau di sini, kualitas konten grup itu sangat bagus, at one time Ikatan Cinta itu pernah memiliki audience share sebesar 56%," terangnya.

"Bayangkan pada satu jam, setengah tayangan Ikatan Cinta itu ditonton oleg 56% dari seluruh pemirsa televisi yang menonton pada jam itu, jam primetime. Dari sini terlihat bahwa kualitas produksi kami sangat baik," tandasnya.

Seperti diketahui, BMTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp13,97 triliun pada tahun 2021. Realisasi itu tumbuh 15,85% dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp12,06 triliun.

Penopang pendapatan BMTR berasal dari iklan dan konten. Segmen iklan non-digital memberi pendapatan sebesar Rp7,18 triliun, atau tumbuh 10,27% dari tahun 2020. Sedangkan iklan digital sebanyak Rp2,00 triliun.

Adapun iklan dari konten menyumbang pendapatan sebesar Rp9,62 triliun, sedangkan TV berbayar dan broadband senilai Rp3,74 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini