Share

Harga Brent dan WTI Turun Imbas Pasokan Minyak AS

Antara, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2022 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 320 2604717 harga-brent-dan-wti-turun-imbas-pasokan-minyak-as-ICLDmelQeL.JPG Harga minyak dunia naik hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (3/6/2022) mengalami penurunan.

Di mana untuk minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik USD1,32 atau 1,1%, menjadi menetap di USD117,61 dolar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli bertambah USD1,61 atau 1,4% menjadi ditutup di USD116,87 per barel.

Hal ini terjadi karena persediaan minyak mentah AS turun lebih dari yang diharapkan di tengah tingginya permintaan bahan bakar, mengabaikan kesepakatan OPEC+ untuk meningkatkan produksi guna mengkompensasi penurunan produksi Rusia.

 BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Setelah Uni Eropa Setujui Larangan Minyak Rusia

Adapun harga minyak naik ini didukung oleh paket sanksi keenam Uni Eropa terhadap Rusia, yang akan mencakup larangan segera atas kontrak asuransi baru untuk kapal yang membawa minyak Rusia dan penghentian kontrak yang ada selama enam bulan.

Serta stok minyak mentah dan bahan bakar AS turun pekan lalu, karena permintaan terus melampaui pasokan, dengan persediaan minyak mentah komersial berkurang bahkan ketika lebih banyak cadangan strategis memasuki pasar, data pemerintah menunjukkan.

Diketahui, stok minyak mentah AS turun 5,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,3 juta barel.

Sementara Arab Saudi dan negara-negara OPEC+ lainnya sepakat untuk meningkatkan produksi minyak guna mengimbangi kehilangan produksi Rusia guna meredakan lonjakan harga minyak dan inflasi serta memuluskan jalan bagi kunjungan pemecah kebekuan ke Riyadh oleh Presiden AS Joe Biden.

Dilanjut dengan organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk menaikkan produksi sekitar 650.000 barel per hari dalam dua bulan ke depan dari 432.000 barel per hari saat ini.

"Sementara OPEC+ setuju untuk meningkatkan kuota produksi mereka sedikit lebih banyak dari yang diharapkan pasar, pada kenyataannya sangat sedikit untuk menambah pasokan tambahan karena OPEC+ sudah gagal memenuhi kuota yang ada lebih dari dua juta barel per hari," kata presiden Lipow Oil Andrew Lipow Associates di Houston.

Tercatat pula minyak sebagian besar lebih tinggi selama beberapa minggu karena ekspor Rusia telah ditekan oleh sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Moskow atas invasinya pada 24 Februari ke Ukraina, tindakan yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus.

Alasannya karena pasar juga mendapat dukungan dari kemunculan bertahap China dari penguncian Covid-19 yang ketat.

Namun, produksi Rusia telah turun sekitar satu juta barel per hari menyusul sanksi.

Menurut salah satu sumber OPEC+ yang mengetahui posisi Rusia mengatakan Moskow dapat menyetujui produsen lain meningkatkan produksi untuk mengkompensasi produksinya yang lebih rendah tetapi tidak harus menutupi semua kekurangan.

Kremlin mengungkapkan dapat mengubah rute ekspor minyak untuk meminimalkan kerugian akibat sanksi Uni Eropa, tetapi para analis tetap skeptis.

"Namun, sejauh mana hal ini akan terbukti dapat dicapai masih dipertanyakan. Oleh karena itu, produksi minyak Rusia kemungkinan akan turun lagi dalam beberapa bulan mendatang," ucap analis Commerzbank Carsten Fritsch yang juga mempertanyakan kemampuan OPEC+ untuk menambah lebih banyak minyak ke pasar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini