Share

Emiten Tambang Menko Luhut (TOBA) Tak Bagi Dividen

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 278 2608062 emiten-tambang-menko-luhut-toba-tak-bagi-dividen-UGbvQdEcU1.jpg Emiteb Luhut (TOBA) tak bagikan dividen (Foto: Antara)

JAKARTA - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menetapkan tidak membagikan dividen atas laba tahun buku 2021. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar hari ini, Rabu (8/6/2022).

"Menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2021 untuk investasi kembali di bidang energi baru terbarukan dan juga untuk Electric Vehicle (EV)," kata manajemen TOBA dalam paparan publik di Energy Building, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).

Seperti diketahui, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan laba bersih sebanyak USD48,08 juta. Realisasi tersebut meningkat 95,74% yoy dari posisi laba tahun 2020 sebanyak USD24,56 juta.

Kenaikan laba ditopang dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 39,38% menjadi USD462,66 juta, dibandingkan pendapatan pada tahun 2020 senilai USD331,93 juta.

Ekspor batu bara menjadi penopang pemasukan TOBA sebanyak USD394,22 juta. Pelanggan luar negeri terbesar berasal dari penjualan terhadap Castle Peak Power Co. Ltd.

Dari segi segmentasi, perdagangan batu bara (coal trading) berkontribusi paling besar besar terhadap pendapatan TOBA, kendati laba operasi terbesar berasal dari segmen pembangkit listrik.

Aset biologis dari produk agrikultur TOBA juga mengalami pertumbuhan. Diketahui, penjualan tandan buah segar (TBS) TOBA tahun 2021 meningkat menjadi USD4,62 juta, dari sebelumnya USD4,52 juta.

Menilik keuangan tiga bulan pertama 2022, penjualan tandan buah segar inti sawit dan minyak sawit mentah (CPO) memberi pemasukan sebanyak USD1,16 juta.

Dari sisi neraca, per 31 Desember 2021, TOBA memiliki jumlah aset sebanyak USD858,10 juta, tumbuh 11,17% dibandingkan posisi aset akhir tahun 2020 sebanyak USD771,87 juta.

Total liabilitas TOBA akhir 2021 juga membengkak menjadi USD503,87 juta, dari USD480,95 juta, sedangkan ekuitasnya meningkat menjadi USD354,22 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini