Share

Mendag: Ekspor Sabun Indonesia Siap Kembali Menggeliat

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 320 2609369 mendag-ekspor-sabun-indonesia-siap-kembali-menggeliat-6wk27pCLTY.JPG Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (Foto: Kemendag)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan, ekspor produk sabun Indonesia siap kembali menggeliat di pasar Madagaskar, Afrika.

Pasalnya, Pemerintah Madagaskar akhirnya menghentikan penyelidikan pengamanan (safeguard) untuk produk sabun Indonesia setelah sempat tertunda salama lebih dari satu tahun karena pandemi Covid-19.

Keputusan ini tertuang dalam sirkulasi Notifikasi Madagaskar yang dirilis di situs Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 3 Mei 2022.

 BACA JUGA:Potensi Ekspor Jabar Capai USD6,07 Miliar, LPEI Dorong Eksportir Baru

“Berita baik ini diyakini dapat menjadi dorongan bagi produsen sabun Indonesia untuk kembali menggeliat di pasar Madagaskar setelah terancam dikenakan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP),” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Jumat (10/6/2022).

Menurutnya, produk sabun asal Indonesia dianggap memiliki potensi mengganggu kinerja industri produk serupa karena memiliki kualitas yang kompetitif dengan jangkauannya menyeluruh di Madagaskar.

“Namun demikian, keputusan pembebasan BMTP akhirnya diambil dan hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi eksportir Indonesia untuk menjadi lebih bersaing di pasar Madagaskar, terutama sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Madagaskar menginisiasi penyelidikan safeguard produk sabun kepada semua negara, termasuk Indonesia pada 14 Agustus 2019.

Kemudian pada 14 September 2020, Otoritas Investigasi Madagaskar (ANMCC) merekomendasikan penerapan safeguard measures terhadap produk soap noodle (bahan dasar sabun) asal Indonesia dengan kuota sebesar 6,5 ribu ton per tahun.

Untuk produk yang melebihi kuota akan dikenakan bea masuk tambahan sebesar 34 persen dengan penurunan 2 persen setiap tahun hingga tahun keempat.

Bea masuk tambahan tersebut juga akan diberlakukan untuk impor produk sabun jadi.

Namun, Pemerintah Madagaskar akhirnya memutuskan untuk tidak menerapkan tindakan safeguard meskipun ANMCC berpandangan industri produk sabun di Madagaskar mengalami kerugian material akibat impor produk serupa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini