Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luhut Ungkap Alasan Ingin Minyak Goreng Curah Dihapus

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Rabu, 15 Juni 2022 |14:47 WIB
Luhut Ungkap Alasan Ingin Minyak Goreng Curah Dihapus
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut hanya Indonesia dan Bangladesh yang mengkonsumsi minyak goreng curah.

Sementara negara lain di dunia tak lagi menggunakan komoditas ini sebagai pangan dasarnya.

"Gini, cuma dua di dunia ini negara yang masih curah, Bangladesh dan Indonesia. Kita mau terus menerus begitu?," ungkap Luhut saat ditemui wartawan di kantor BPKP, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

 BACA JUGA:Masalah Minyak Goreng Belum Juga Beres, Eks Mendag M Lutfi: Saya Sudah Kaya Keset

Pemerintah memang akan menghapus minyak goreng curah di pasaran.

Sebagai gantinya, otoritas akan mengemas minyak goreng curah menjadi kemasan sederhana.

Luhut menyebut langkah ini dilakukan secara bertahap.

"Kita mau curah ini jadi kemasan bertahap ya, jadi kemasan sederhana. Kan jadi bagus, bermartabat bangsa ini lebih lagi. Di Jakarta ini kan orang lebih nggak suka lagi pakai curah," ujarnya.

Namun demikian, Luhut enggan merinci kapan realisasi atas penghapusan minyak goreng curah ini.

Bahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) selaku pelaksana tugas juga belum bisa memastikan rencana ini bisa dilakukan pada tahun ini.

Meski akan dihapus, lanjut Luhut, pemerintah terus berupaya menekan harga minyak goreng agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp14.000.

"Harganya tetap Rp14.000-an, ya ada naik-turun, naik-turun gitu, ya market mekanisme kalau suplainya cukup ya jalan," jelasnya.

Sebelumnya, Luhut mengungkapkan alasan penghapusan minyak goreng curah lantaran dinilai kurang higienis.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement