JAKARTA - Ada kisah menarik dari nelayan bugis yang memiliki hubungan erat dengan hiu paus di laut.
Dikutip dari BBC, ternyata di bagian timur wilayah Indonesia terjalin erat hubungan antara ikan terbesar di dunia dengan para pengembara laut suku Bugis.
Diketahui, orang Bugis Orang Bugis menghabiskan sebagian besar hidup mereka di tengah laut.
BACA JUGA:Satukan Adat Jawa dan Bugis, Begini Penampakan Gaun Pengantin Eva Celia
Mereka bergerak jauh untuk mencari perairan pemancingan yang paling kaya.
Di mana selama beberapa generasi, mereka telah mengembangkan hubungan yang luar biasa dengan hiu paus yang setiap pagi.
Mereka mencari makan di bawah jaring dan mencari makan di bawah jaring.
Adapun banyak tempat di dunia di mana hiu paus berkumpul - seperti Pulau Christmas Australia dan Karang Ningaloo, Kepulauan Galapagos, perairan di lepas pantai Donsol Filipina dan bahkan Laut Merah.
Hiu paus dapat ditemukan sepanjang tahun di Teluk Triton.
Kemudian, nelayan Bugis bernama Aching pun mengungkapkan alasan hubungan erat dengan hiu itu.
Aching bercerita bahwa semua generasi keluarganya bekerja sebagai nelayan bagan.
Hal itu karena orang Bugis menangkap ikan hanya untuk diri mereka sendiri dan untuk berdagang dengan masyarakat lokal.
Namun, kini skala industrinya jauh lebih besar.
Dia menyediakan ikan untuk pasar lokal dan lebih jauh ke seluruh wilayah.
Dia mengaku memancing sepanjang malam dengan jala penuh.
Dia menyebut ada tiga hiu paus di bawah bagan-nya dan telah memberikan satu jaring penuh sarden kecil ke dalam air untuk mereka makan.
Orang Bugis menyebutnya sebagai ikan bodo (ikan bodoh) karena sifatnya yang sangat lembut dan jinak.
Hiu paus dipuja oleh orang Bugis sebagai pertanda keberuntungan.
Dia pun membeberkan keluarganya telah membina hubungan mesra dengan hiu paus, dengan harapan akan dibalas dengan hasil tangkapan yang baik.
"Secara keseluruhan, keberadaan hiu paus membantu keseimbangan rantai makanan dan menjamin sumber makanan yang melimpah bagi sesama spesies laut dan para nelayan Bugis."Kami suka hiu paus. Saya diajari bahwa mereka akan selalu membawa keberuntungan bagi keluarga kami," jelasnya.
Bahkan setiap pagi dia meninggalkan satu jaring di dalam air untuk dimakan oleh hiu paus.
"Ikan-ikan kecil saja. Mereka hanya suka yang kecil-kecil," ucapnya.
Bahkan, kepercayaan bahwa hiu paus membawa keberuntungan didukung oleh ilmu pengetahuan.