Share

Menteri Basuki: Program Padat Karya Tunai Penting Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616881 menteri-basuki-program-padat-karya-tunai-penting-bagi-masyarakat-berpenghasilan-rendah-TdU3AQSdBB.JPG Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan dalam pembangunan infrastruktur kerakyatan program padat karya tunai (PKT) menjadi penting untuk terus diadakan.

Sebab hal tersebut bisa menjadi bantalan Ekonomi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Terutama masyarakat yang berada di pedesaan untuk mendapatkan penghasilan.

 BACA JUGA:Cegah Macet, PUPR Perluas Rest Area di Sekitar Pelabuhan Merak

"Program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah," katanya pada keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (23/6/2022).

Menurutnya pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat yang sempat terhambat ketika pandemi Covid-19 melanda.

Seperti yang dilakukan pada pembangunan sarana dan prasarana sanitasi untuk salah satu pondok pesantren/lembaga pendidikan keagamaan (LPK) yang dikerjakan melalui program PKT.

Disamping menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, bersih dan sehat, program PKT untuk Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi Pondok Pesantren/LPK juga membuka lapangan pekerjaan dan mendorong perekonomian masyarakat di sekitar pasca Pandemi Covid-19.

Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi Pondok Pesantren/LPK meliputi pembangunan bangunan MCK yang terdiri dari bilik mandi dan kakus/toilet, tempat wudhu, tempat cuci tangan dan tempat cuci pakaian serta instalasi pengolahan air limbah domestik.

Adapun alokasi anggaran TA 2022 sebesar Rp290 miliar. Kegiatan ini direncanakan akan tersebar di 1.381 lokasi dengan target menyerap 8.286 tenaga kerja.

Pada TA 2021, program PKT Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi Pondok Pesantren/LPK telah berkontribusi mengurangi angka pengangguran dengan menyerap 40.979 tenaga kerja atau setara dengan 2.500.374 hari orang kerja (HOK).

Kegiatan infrastruktur kerakyatan ini juga turut mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Pandemi Covid-19 dengan menyalurkan upah yang dibayarkan senilai Rp259,6 miliar dan non-upah tersalurkan sebesar Rp827,8 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini