Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sudah Tekan Biaya Produksi, Petani Gula Tetap Rugi

Ikhsan Permana , Jurnalis-Senin, 27 Juni 2022 |14:30 WIB
Sudah Tekan Biaya Produksi, Petani Gula Tetap Rugi
Ilustrasi uang. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengatakan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 pendapatan petani tebu mengalami kerugian.

"Kalau di tingkat petani banyak petani mengalami kerugian, karena tidak menariknya komoditas ini dalam sisi keuntungan di tingkat akhir," kata Soemitro dalam program Market Review di IDX Channel, Senin (27/6/2022).

Dia mengungkapkan kalau petani sudah berusaha untuk menekan biaya produksi, namun ternyata tidak berpengaruh banyak.

 BACA JUGA:Ke Pasar, Mendag Zulhas Borong Gula hingga Daging

"Kita ketahui juga dalam tingkat harga patokan petani (HPP), ini pemerintah menetapkan terus, dimulai tahun 2016 sampai dengan 2021 kemarin HPP nya ini kan Rp9.100 dan tidak mengalami kenaikan dan ini mendorong petani tidak begitu tinggi," jelasnya.

Dia menambahkan pada tahun 2020, harga jual gula ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp11.200, namun pada 2021 pemerintah menyepakati harga jual gula melalui Kementerian Perdagangan di harga Rp10.500.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement