Share

Ini Penyebab Banyak Pekerja Migran Belum Terdaftar Jaminan Sosial

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 320 2620305 ini-penyebab-banyak-pekerja-migran-belum-terdaftar-jaminan-sosial-E4XxroIi3T.JPG Pekerja migran. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penelitian dari INFID (International NGO Forum on Indonesian Development), Soegeng Bahagijo mengatakan saat ini masih banyak para pekerja migran Indonesia (PMI) yang belum terlindungi jaminan sosial pemerintah.

Dia menjelaskan jika dalam penelitian INFID menemukan beberapa hal yang menyebabkan saat ini tingkat PMI yang terlindungi oleh jaminan sosial tingkatnya masih rendah.

Hal itu disebabkan karena menurutnya sistem jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kinerjanya masih cukup terbatas.

 BACA JUGA:4 Juta Pekerja Migran Belum Dapat Jaminan Sosial Kesehatan

"Belum melakukan lompatan kualitatif, dan segera harus kita perbaiki sistem layanan menggunakan teknologi yang memadai, yang sebetulnya sangat mudah kita lakukan," ujar Soegeng pada sambutannya dalam webinar DJSN, Selasa (28/6/2022).

Dia menyebut para pekerja migran sebetulnya sangat membutuhkan pelayanan dari penyelenggaraan jaminan sosial Pemerintah. Sebab kondisinya saat ini masih cukup rentan.

"Pekerja migran kita ini membutuhkan pelayanan yang baik, sekaligus Aksesibilitas dan satu-satunya kita harus menggunakan teknologi yang sampai hari ini sangat mudah dan bisa berkembang sangat pesat," jelasnya.

Menurutnya, saat ini para pekerja migran sebenarnya memiliki cukup kemampuan dari sisi di finansial maupun adopsi teknologi.

Itu bisa tercermin dari catatan Bank Indonesia soal transfer atau Remitansi yang dilakukan para pekerja migran ke Indonesia.

"Mereka punya kemampuan membayar, mereka punya pendapat tetap, sudah melek juga teknologi, Kalau sudah cukup institusi keuangan, mengapa dalam tahun terakhir kelihatannya kinerja dari institusi kita masih jalan ditempat," bebernya.

INFID melakukan survey online pada lebih dari 100 orang responden selama kurang lebih 4 bulan pada pekerja migran.

Selain itu ada 60 orang responden lain secara sukarela.

"Kami menemukan ada sekitar 60% lebih lebih belum tercakuop di anggota bp jamsos, antara 2,5 hingga 3 juta orang," lanjutnya.

Temuan kedua, para pekerja migran yang gagal menjadi anggota, salah satu alasannya karena mereka tidak mendapatkan informasi.

Kalau pun ada yang memperoleh tapi secara faktual nyata mereka tidak bisa mengakses layanan tersebut, karena belum ada aplikasinya untuk melakukan pendaftaran.

"Banyak kasus mereka sudah Anggota, tapi mereka gagal untuk melakukan klaim, terkahir mereka tidak bisa mendaftar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini