Share

Bawang Merah hingga Cabai Defisit, Badan Pangan Nasional: Juli Kembali Normal

Heri Purnomo, iNews · Kamis 30 Juni 2022 21:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 320 2621443 bawang-merah-hingga-cabai-defisit-badan-pangan-nasional-juli-kembali-normal-AgWDScvgUi.jpg Harga Cabai dan Bawang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya akan mengusahakan bawang merah dan cabai rawit merah kembali ke kondisi normal.

"Kedua barang ini (cabai dan bawang) juga setiap hari kita lakukan mobilisasi dan kita kerjakan semua," ujarnya usai acara pelantikan pimpinan tinggi Madya dan Pratama di Badan Pangan Nasional, Kamis (30/6/2022).

"Hitungan kami dengan teman-teman Kementan, bulan Juli itu akan kembali normal sehingga kita perlu bridging sampai kondisi normal," katanya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan langkah-langkah untuk mengupayakan kondisi cabai dan bawang merah kembali ke kondisi normal.

Adapun langkah tersebut yakni, dengan memobilisasi pangan dari berbagai daerah. di mana pihaknya mengirimkan stok cabai ke pasar Kramat Jati.

"Jadi kalau dilihat Pasar Kramat Jati dari kebutuhannya 30 sampai 32 ton itu bisa kita kirimkan 3-5 ton setiap harinya," katanya.

Dengan melihat kondisi ketahanan cabai pendek, pihaknya bekerja sama dengan beberapa airlines untuk mengirimkan cabai tersebut ke daerah defisit.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Dan karena save life cabai pendek, kita kirimkan lewat udara, sehingga satu airlines itu bisa mengangkut sekitar satu setengah sampai dua tiga ton," katanya.

Selain itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi, mengatur daya simpan, mengatur pola tanam serta mengatur luas lahan sehingga tidak tergantung pada kondisi cuaca.

"Kita perlu teknologi untuk melakukan penyimpanan, sampai hari ini kita sudah mencari teknologi penyimpanan cabai dan bawang diapay bisa memperpanjang save lifenya sampai dengan tiga sampai lima bulan," katanya.

"Dan itu menjadi tantangan buat Badan Pangan Nasional untuk mencari lagi teknologi penyimpanan cabai dan bawang merah," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Perdagangan per 28 Juni 2022, stok indikatif cabai dan bawang merah menurun. Pantauan Kemendag di 20 pasar induk tercatat pasokan cabai dan bawang merah masing-masing 12,41 persen dan 22,33 persen di bawah normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini