Share

Erick Thohir Ajukan PMN 10 BUMN Rp73,26 Triliun

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 04 Juli 2022 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 320 2623274 erick-thohir-ajukan-pmn-10-bumn-rp73-26-triliun-Ct0dRgoIxn.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Penyertaan Modal Negara (PMN) tambahan 10 BUMN sebesar Rp73,26 triliun mendapat sinyal positif dan dukungan Komisi VI DPR RI.

PMN ini berupa tunai dan nontunai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023.

PMN 10 perusahaan pelat merah ini sebelumnya diajukan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Komisi VI DPR untuk disetujui. Hanya saja proses persetujuan anggaran segar ini masih dibahas dalam rapat kerja antara Komisi dan Kementerian BUMN, Senin (4/7/2022).

 BACA JUGA:Erick Thohir: Penyaluran KUR Harus Diiringi Pembinaan Kualitas

"Sebagai tindak lanjut dari pembahasan pada rapat kerja dengan Kementerian BUMN pada hari ini, akan dilakukan pengambilan keputusan terkait PMN pada BUMN Tahun Anggaran 2023 dan aksi korporasi 2022," ungkap Wakil Ketua Komisi VI, Muhammad Haikal.

Meski keputusan persetujuan pemberian PMN masih berlangsung, Haikal menyebut anggota Komisi VI secara mayoritas menyetujui suntikan dana tersebut.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Kami sudah, tadi sudah rapat internal sebelum rapat (raker), mendapat atau menyaring, rasanya pada umumnya hampir semua menyetujui (pemberian PMN). Ada satu, dua yang memberikan catatan khusus," jelasnya.

PMN senilai Rp73,26 triliun terdiri terdiri atas PMN tunai sebesar Rp69,82 triliun dan PMN non tunai Rp3,44 triliun.

Rincian usulan PMN tunai meliputi PT PLN (Persero) Rp10 triliun, Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID Rp3 triliun, ID Food atau Holding BUMN Pangan sebesar Rp2 triliun, PT Hutama Karya (Persero) Rp30,56 triliun.

Lalu, Holding Pariwisata atau InJourney senilai Rp9,5 triliun, IFG sebesar Rp 6 triliun, PT KAI (Persero) Rp4,1 triliun, Indonesia Re sebesar Rp 3 triliun, Perum Damri Rp0,87 triliun, dan Airnav Indonesia Rp0,79 triliun.

Sementara, PMN non tunai 2023 ditujukan untuk Defend ID sebesar Rp0,838 triliun dan ID Food sebesar Rp2,609 triliun

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini