JAKARTA - Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi topik hangat lantaran tudingan penyelewengan dana sosial yang dilakukan oleh yayasan ini.
Selain itu, ACT semakin dikecam karena adanya tuduhan bahwa para petinggi ACT mendapatkan gaji fantastis bahkan mencapai angka Rp200 juta per bulannya.
Selain itu mereka juga dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti mobil mewah serta makanan ala restoran yang disediakan setiap harinya.
Diketahui berdasarkan halaman resminya, ACT berdiri sejak 21 April 2005, sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan dan memiliki berbagai kegiatan tanggap darurat hingga program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf.
Berdasarkan halaman resminya ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR).
ACT juga menuliskan bahwa pihaknya secara rutin memberikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik kepada donatur dan pemangku kepentingan lainnya.
"Laporan keuangan ini, juga dipublikasikan ke media massa" tulis ACT yang dikutip oleh MPI, Senin (4/7/2022).
Saat ini jangkauan aktivitas program sudah menyebar ke 30 provinsi dan 100 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Selain itu ACT juga telah mengembangkan jaringan dalam bentuk representative person hingga kantor ACT di luar negeri.
Bahkan jangkauan ACT sudah sampai ke 22 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Indocina hingga Eropa Timur.
Berikut Struktur manajemen ACT:
Dewan Pembina
Ketua : N Imam Akbari
Anggota : Bobby Herwibowo, Lc
Dr Amir Faishol Fath, Lc, MA
Hariyana Hermain
Dewan Pengawas
Ketua : H Sudarman, Lc
Anggota : Sri Eddy Kuncoro
Pengurus
Ketua : Ibnu Khajar
Sekretaris : Sukorini
Bendahara : Echwan Churniawan
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.