Share

Sri Mulyani Sebut Peran Sekuritisasi Sangat Penting, Ini Alasannya

Michelle Natalia, Sindonews · Rabu 06 Juli 2022 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 320 2624512 sri-mulyani-sebut-peran-sekuritisasi-sangat-penting-ini-alasannya-GesEBJO8jg.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa peran sekuritisasi sangat penting dalam mengembangkan keuangan berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara emerging dan developing, juga sangat relevan untuk Indonesia.

"Hampir semua developing dan emerging countries di dalam mengembangkan baik itu pasar modalnya, pasar uang, pasar surat berharga, biasanya masih di tahap very early stage of development, sehingga mereka masih perlu untuk membangun suatu ekosistem dari sisi pembiayaan, yang sifatnya tidak direct dari yang meminjam dan yang memberi pinjaman, satu kali selesai," ujar Sri dalam Webinar Road to G20 - Securitization Summit 2022 Day 1 di Jakarta, Rabu (6/6/2022).

Dia mengatakan, belum ada sofistikasi untuk membuat pasar sekunder sehingga sebuah aset dan aset itu bisa tangible seperti jalan tol, bangunan atau infrastruktur yang lain, maupun yang intangible yang disekuritisasikan, atau tangible yang dikemas dalam bentuk surat berharga.

"Kemampuan untuk menciptakan pembiayaan yang lebih advanced dan sophisticated jelas masih menjadi tantangan bagi developing dan emerging countries. Karena ini tidak sekadar memproduksi sebuah produk, tetapi juga harus dilengkapi dengan kerangka hukum, aturan, dan juga otoritas yang bisa memberikan assurance, baik kepada investornya, maupun kepada issuer-nya," tambah Sri.

Dia menyebutkan, ini adalah ide bagaimana sebuah komunitas investasi bisa dibentuk. Untuk Indonesia, ini masih menjadi sebuah perjalanan untuk bisa membangun sektor keuangan, pasar modal, surat berharga, dengan komunitas investasi di dalam sebuah ekosistem yang baik merupakan sebuah tantangan.

"Bukan tantangan baru sebetulnya. Karena dalam perjalanan kita, pertama untuk membangun kemampuan financing, sudah dilakukan dalam beberapa kali upaya. Kali ini kita berbicara karena yang menjadi host-nya adalah Sarana Multigriya Finansial (SMF), special mission vehicle yang ada di lingkup Kemenkeu sebagai kepanjangan tangan dari Kemenkeu, institusi yang secara khusus berdedikasi dalam menyelenggarakan pembiayaan perumahan," jelas Sri.

Dia mengatakan, untuk kebutuhan sandang di Indonesia dengan adanya globalisasi, cost of manufacturing yang turun, barangkali orang terlebih teknologi digital bisa mendapatkan sandang dengan jauh lebih mudah dan murah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini