"Likuiditas perbankan berada di level memadai, ditandai dengan rasio alat Liquid per DPK dan alat Liquid per non-core deposit di atas threshold yaitu masing-masing 30,80% dan 137,14%," terangnya.
Sekar menambahkan, permodalan lembaga Jasa Keuangan semakin membaik, CAR perbankan sebesar 24,74% dan gearing ratio perusahaan pembiayaan sebesar 1,97 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Begitupun dengan RBC industri asuransi berada di atas threshold 120%, yaitu 322,36% untuk asuransi umum dan 489,15% di asuransi jiwa.
Dia menyampaikan bahwa program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan dalam mengantisipasi dampak ekonomi dan Covid19 menunjukkan penurunan.
"Nilai restrukturisasi kredit covid19 semakin mengecil, di mana di Mei 2022 tercatat Rp596,25 triliun menurun dibandingkan April 2022 sebesar Rp606,39 triliun. Jumlah debitur restrukturisasi juga menurun pada Mei, yaitu menjadi 3,13 juta debitur di mana di April 2022 tercatat 3,26 juta debitur," paparnya.
Sekar menuturkan, ke depan OJK akan terus memperkuat pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.