Share

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Berkomitmen Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 07 Juli 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 320 2625627 wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-berkomitmen-atasi-isu-iklim-melalui-ekowisata-7DV2pHCrVr.jpg Wamenparekraf Berkomitmen Atasi Isu Iklim. (Foto: Okezone.com/Kemenpar)

BALI - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, menegaskan komitmen Kemenparekraf/Baparekraf untuk turut berperan aktif dalam upaya mengatasi isu perubahan iklim melalui pengembangan ekowisata sebagai salah satu atraksi pilihan wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo usai menikmati kegiatan ekowisata di Plataran Menjangan, Bali, Kamis (7/7/2022).

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital & Kreatif itu-- menikmati atraksi menyusuri lintasan alam (treking) juga menanam mangrove di Plataran Menjangan yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat.

Baca Juga: Menparekraf Ajak Pemda Gali Potensi Wisata untuk Buka Lapangan Kerja

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya pengembangan ekowisata karena selain mendukung prinsip berkelanjutan, ekowisata juga memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada wisatawan. Hal ini sejalan dengan tujuan pariwisata Indonesia ke depan untuk mencapai pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," kata Wamenparekraf Angela.

Pelaksanaan ekowisata di Plataran Menjangan dikatakan Angela sudah berjalan dengan sangat baik dan diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengembangan ekowisata ke depan di berbagai daerah Tanah Air.

Baca Juga: Go Global! Sandiaga Uno Dorong Produk Ekraf Yogyakarta Tampil di 'ASEAN Tourism Forum 2023'

"Ini bisa menjadi percontohan, bukan hanya dari segi layanan premiumnya, tetapi bagaimana konsep ecotourism kita menjaga keharmonisan dengan segala elemen di sekitar kita. Bagaimana pariwisata yang semakin berkembang ketika kita melestarikan segala sesuatu elemen yang ada di sekitar kita," kata Angela.

Perubahan iklim sendiri memang telah menjadi isu dan perhatian penting bagi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Sesuai ketetapan Paris Agreement (2015), semua negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi dalam penurunan emisi termasuk melaksanakan, mengkomunikasikan upaya ambisius, mitigasi, dan juga adaptasi yang ditetapkan secara nasional atau dikenal sebagai National Determined Contribution (NDC).

Dampak perubahan iklim dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang saat ini mencapai 80 persen dari total bencana yang terjadi di Indonesia, yang memicu risiko kelangkaan air, kerusakan ekosistem lahan dan lautan, kelangkaan pangan, dan penurunan kualitas kesehatan.

Menurut Nature Climate Change pada 2018, pariwisata termasuk salah satu sektor paling polutan yang menyumbang 8 persen dari emisi global, di mana 49 persen disumbang oleh jasa transportasi.

Berdasarkan laporan UNWTO dan the International Transport Forum (2019), pada tahun 2030 emisi CO2 terkait transportasi dari pariwisata akan tumbuh 25 persen dari emisi tahun 2016 yaitu dari 1.597 juta ton menjadi 1.998 juta ton. Emisi transportasi terkait pariwisata mewakili 22 persen dari seluruh emisi transportasi pada 2016, dan diprediksi tren ini akan berlanjut hingga 2030.

Wamenparekraf Angela kemudian mengajak wisatawan untuk dapat mulai memilih atraksi wisata yang mendukung upaya mengatasi isu perubahan iklim dan emisi karbon.

Sebagai salah satu langkah konkret, Kemenparekraf/Baparekraf akan meluncurkan program "Towards Climate Positive Tourism Through Decarbonization And Eco-Tourism" yang di dalamnya mencakup tiga hal utama. Yakni peluncuran platform yang akan digunakan untuk melakukan carbon offset; peluncuran 5 kawasan yang ditunjuk sebagai pilot project; dan deklarasi Kemenparekraf dalam menurunkan karbon emisi di sektor pariwisata.

Program ini akan diluncurkan secara resmi oleh Menparekraf Sandiaga Uno, Kamis (7/7/2022) sore.

"Saya mengajak wisatawan dan seluruh pihak untuk mulai menyadari isu dan dampak penting dari perubahan iklim dengan terus mengedepankan prinsip pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," kata Wamenparekraf Angela.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, CEO Plataran, Yozua Makes; Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini; serta Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf, Alexander Reyaan; serta Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini