Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stasiun Manggarai Jadi Sentral dengan 18 Jalur Aktif untuk KRL hingga KA Bandara

Heri Purnomo , Jurnalis-Jum'at, 08 Juli 2022 |08:09 WIB
Stasiun Manggarai Jadi Sentral dengan 18 Jalur Aktif untuk KRL hingga KA Bandara
Stasiun Manggarai. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Jenderal Perkeretaapian kementerian Perhubungan Zulfikri menyampaikan progres pengembangan Stasiun Manggarai sebagai sentral pertama dan terbesar di Indonesia diproyeksikan untuk menjadi episentrum baru dari pergerakan masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

“Dengan hanya 8 jalur untuk KRL dan 2 jalur untuk KA antarkota, Stasiun Manggarai harus menanggung beban sejumlah 726 perjalanan KA setiap harinya dengan total 1,2 juta penumpang, sehingga menyebabkan penumpukan dan antrian kereta untuk masuk ke Stasiun Manggarai," ujarnya dalam acara ngobrol santai Perkeretaapian di Gedung Kementerian Perhubungan, Kamis (7/7/2022).

Oleh sebab itu, Zulfikri menjelaskan bahwa terdapat kebutuhan yang mendesak dan perlu segera dituntaskan oleh DJKA melalui pengembangan Stasiun Manggarai.

 BACA JUGA:5 Fakta Stasiun Gambir Bakal Pensiun Layani KA Jarak Jauh, Dialihkan ke Manggarai

Dia mengatakan bahwa nantinya Stasiun Manggarai akan memiliki 18 jalur aktif untuk melayani KRL, KA Jarak Jauh, dan KA Bandara.

Stasiun ini juga akan dilengkapi dengan area concourse yang luas untuk mendukung mobilitas penumpang.

Kendati demikian, Zulfikri menyadari akan ada ketidaknyamanan yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.

"Terlebih, masih akan ada beberapa tahapan lagi yang perlu dilakukan sebelum akhirnya Stasiun Manggarai dapat selesai dibangun menjadi stasiun sentral," katanya.

Zulfikri menjelaskan bahwa setelah switch over (SO) 5, masih akan ada SO 6 yang direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2023.

Serta SO 8 yang direncanakan akan dilaksanakan pada Juli 2025 sebelum Stasiun Manggarai dioperasikan sepenuhnya sebagai stasiun sentral.

"Oleh sebab itu kami berharap rekan-rekan sekalian dapat memahami pembangunan yang sedang berlangsung dan bersabar atas kondisi yang dialami untuk menyambut Stasiun Manggarai yang lebih megah dan nyaman," ucapnya.

Lebih lanjut Zulfikri menuturkan bahwa DJKA akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait untuk menata lingkungan di sekitar Stasiun Manggarai untuk menunjang operasional stasiun ini.

"Kami terus berkoordinasi dengan Pemda DKI Jakarta terkait akses dan penataan ruang di sekitar Stasiun Manggarai untuk memaksimalkan fungsi stasiun sebagai kawasan transit oriented development (TOD) di lahan seluas 2,4 hektar ini," bebernya.

Selain itu, Integrasi antarmoda juga akan menjadi fokus utama pengembangan Stasiun Manggarai agar memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan ridership yang melalui stasiun ini.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menambahkan bahwa jajarannya siap mendukung upaya DJKA dalam mengembangkan Stasiun Manggarai.

"Kami akan mengupayakan optimalisasi prasarana termasuk peron pada Stasiun Manggarai untuk menunjang operasional kereta api agar pembangunan dapat berlangsung dengan lancar," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement