Share

Perangi Penghindaran Pajak, Sri Mulyani Teken Deklarasi Asia Initiative

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Kamis 14 Juli 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 320 2629628 perangi-penghindaran-pajak-sri-mulyani-teken-deklarasi-asia-initiative-qAyhMNzEV2.jpg Sri Mulyani. (Foto: Okezone/Kurniasih)

BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani meneken Asia Initiative untuk memerangi penghindaran pajak.

Indonesia bersama 10 Yuridiksi Asia, Deklarasi Bali diteken untuk meningkatkan transparansi pajak.

Adapun sebelas yuridiksi tersebut di antaranya Indonesia, Thailand, India, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Malaysia, dan Maldives.

Menurut Sri Mulyani, dengan kesepakatan tersebut diharapkan kepatuhan pajak bisa terus meningkat.

 BACA JUGA:Subisidi BBM Bengkak, Sri Mulyani Sebut Indonesia Masih ke Tolong

"Di sela pertemuan G20 kita sangat senang mengumumkan satu tonggak penting yang dicapai, penandatanganan deklarasi yang penting ini merupakan momen penting untuk memperkuat transparansi perpajakan," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Kamis (14/7/2022).

Dia berharap deklarasi ini bisa mengisi kesenjangan dan transparasi perpajak.

"Pemerintah tidak akan berhenti, kita akan terus lanjutkan penggunaan data untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan menekan penghindaran pajak, penempatan aset di luar negeri dan perangi aliran uang gelap," jelasnya.

Sri Mulyani mengatakan, Asia Initiative sudah dimulai sejak Februari 2022.

Progres yang dibuat dalam pertemuan tersebut telah menjadi dasar yang sangat solid dan kuat untuk pertemuan hari ini.

"Transparansi pajak bisa mendorong pemerintah meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik dan juga membangun pemulihan ekonomi yang resilien," jelas Sri Mulyani.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann berharap akan banyak negara Asia lainnya bisa bergabung dengan inisiatif ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini