Share

IHSG Bakal Susah Move On Pekan Depan, Simak Prediksi dan Analisanya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 17 Juli 2022 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 17 278 2630922 ihsg-bakal-susah-move-on-pekan-depan-simak-prediksi-dan-analisanya-Vhyxj3UqSS.jpg IHSG Diprediksi Melemah di Perdagangan Hari Ini. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan pekan depan. Pada akhir pekan kemarin, indeks saham ditutup koreksi 0,57% ke level 6.651,90.

Analis PT Kanaka Hita Solvera, William Wibowo mengatakan, indeks acuan masih terikat sentimen negatif global mulai dari inflasi hingga kekhawatiran resesi yang memicu aksi jual cukup signifikan di pasar dalam negeri.

Baca Juga: IHSG Akhir Pekan Malah Ditutup Turun ke Level 6.651

"Situasi ekonomi dunia yang tidak menentu bisa memicu capital outflow dari pasar saham kita," kata William dalam program Session Closing akhir pekan ini, dikutip Minggu (17/7/2022).

Diketahui, dalam sepekan terakhir, investor asing mengeksekusi profit taking aset saham sebanyak Rp1.70 triliun, terdiri dari net-sell di pasar reguler Rp1,81 triliun, dan sisanya pembelian di pasar negosiasi.

Baca Juga: IHSG Sesi I Hari Ini Menguat 0,24% ke 6.706

Tiga saham yang paling banyak dilepas asing dalam lima hari terakhir adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp495,65 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp408,9 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp295,5 miliar.

Selain isu global, William mencermati data inflasi di Indonesia membuat investor khawatir untuk mempertahankan asetnya di aset berisiko seperti saham.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Secara teknikal, William membaca IHSG perlu menjaga level supportnya di 6.480, agar bisa bertahan di level konsolidasinya.

"Saat ini IHSG ada di fase konsolidasi, kalau support berhasil ditembus, peluang downtrend jangka pendek dan menengah akan terkonfirmasi," lanjutnya.

Adapun level resisten terdekat berada di area di 6.770. Jika berhasil ditembus, maka ada potensi kenaikan technical rebound. Menurutnya, indeks masih sulit untuk menguat di tengah ketidakjelasan situasi ekonomi dunia.

"Kalau dilihat, IHSG masih downtren," tandasanya.

Secara teknikal, William membaca IHSG perlu menjaga level supportnya di 6.480, agar bisa bertahan di level konsolidasinya.

"Saat ini IHSG ada di fase konsolidasi, kalau support berhasil ditembus, peluang downtrend jangka pendek dan menengah akan terkonfirmasi," lanjutnya.

Adapun level resisten terdekat berada di area di 6.770. Jika berhasil ditembus, maka ada potensi kenaikan technical rebound. Menurutnya, indeks masih sulit untuk menguat di tengah ketidakjelasan situasi ekonomi dunia.

"Kalau dilihat, IHSG masih downtren," tandasanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini