Share

BBM Subsidi untuk Nelayan, Erick Thohir Peringatkan Perusahaan Besar!

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 19 Juli 2022 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632339 bbm-subsidi-untuk-nelayan-erick-thohir-peringatkan-perusahaan-besar-1LSbyJuaJB.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat tata kelola Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baik dapat memotong 60% pengeluaran nelayan.

Hal ini terkait distribusi solar bersubsidi yang diberikan kepada nelayan.

Dia pun menawarkan agar para nelayan membentuk sebuah koperasi.

Tujuannya mempermudah pendataan yang dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan solar bersubsidi.

 BACA JUGA:Intip Obrolan Erick Thohir dengan Direktur IMF di Sarinah

Erick khawatir distribusi BBM subsidi Pertamina tidak tepat sasaran.

Alih-alih bukan digunakan oleh nelayan, justru dipakai oleh korporasi atau perusahaan.

"Jangan sampai (solar bersubsidi) disalurkan, bukan buat nelayan tapi dipakai buat orang lain, akhirnya BBM bersubsidi dipakai (korporasi) yang besar-besar lagi," ujar Erick, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Erick memang menuturkan komitmennya untuk mengoptimalkan seluruh kanal distribusi, baik daring maupun luring.

Hal ini akan berdampak signifikan bagi peningkatan penyerapan hasil nelayan.

Di pendanaan, dia geram lantaran serapan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) nelayan hingga 2022 baru mencapai Rp2,1 triliun.

Padahal, total KUR yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp388 triliun.

Lalu, serapan PNM Mekaar pun baru menyentuh angka Rp1,6 triliun dari total alokasi yang disediakan pemerintah sebesar Rp46 triliun.

Erick mengingatkan bahwa nelayan memegang peran penting bagi masa depan ekonomi dan kedaulatan pangan bangsa. Dia mencatat 54% asupan protein nasional merupakan kontribusi nelayan melalui produk ikan dan makanan laut lainnya.

Karena itu dia siap membangun ekosistem perikanan Indonesia lewat kolaborasi antara BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Erick juga bakal mendorong BUMN seperti Himbara, Perindo, Perinus, hingga PNM untuk terlibat dalam ekosistem tersebut.

Dia juga menyarankan para nelayan mulai mencari opsi lain dalam mencari ikan, salah satunya lewat budidaya.

Hal ini sebagai alternatif dan langkah antisipatif dalam pencarian ikan di laut yang kerap diliputi ketidakpastian tangkapan.

"Sebagai negara maritim terbesar di dunia, bangsa kita tidak boleh memunggungi nasib nelayan. Bahkan, kita tidak bisa bicara soal kedaulatan pangan tanpa melibatkan peran nelayan. Karena itu BUMN tengah berjuang menciptakan ekosistem usaha yang berpihak pada kesejahteraan nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini