Share

Menteri Bahlil: UEA hingga China Siap Investasi di IKN Nusantara

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 20 Juli 2022 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 470 2633222 menteri-bahlil-uea-hingga-china-siap-investasi-di-ikn-nusantara-0EU8fLlkoY.jpg Pemindahan Ibu Kota (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tidak perlu dikhawatirkan tidak memiliki pendaan untuk membangunnya.

Sebab menurut Bahlil, banyak Investor dari luar yang sudah mulai tertarik untuk memberikan modal untuk memenuhi 80% struktur pendanaan dalam pembangunan IKN Nusantara. Sedangkan 20% sisanya yang bakal menjadi tanggungan APBN.

Bahlil mengungkapkan saat ini ada beberpa negara yang menjadi bakal calon investor untuk pembangunan IKN Nusantara, seperti diantaranya adalah Taiwan, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Kalau investasi Uni Emirat Arab itu USD20 miliar, langsung taro di INA," kata Bahlil di Kantornya, Rabu (20/7/2022).

Jika dirupiahkan, maka nilai investasi UEA yang sudah masuk ke INA tersebut setara Rp 299,5 triliun (kurs Rp 14.975 per dolar AS) untuk membangun proyek IKN Nusantara.

Bahlil mengatakan ada beberapa alasan yang menjadi dasar keterkaitan investor luar negeri masuk ke Indonesia salah satunya adalah desain pembanguan yang ditawarkan berbasis ramah lingkungan dan high-tecnology.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu menurut Bahlil harga tanah yang murah juga menjadi alasan pembangunan IKN Nusantara menjadi lahan yang sexy untuk digarap pemodal dari luar negeri, disamping banyaknya komoditas disana yang bisa garap.

"Ketiga kawasan-kawasan awalnya ini dibangun pemerintah terkait dengan infrastruktur dasar. sehingga kecenderungan untuk nilai ekonominya tinggi itu udah di depan mata," kata Bahlil.

Bahlil mengungkapkan para investor tersebut bukan hanya masuk di sektor properti, namun juga bakal menggarap sektor lain, seperti pemanfaatan sumber daya alam dan lainnya.

"Contoh katakanlah di kawasan industri di Kalimantan Utara, total investasinya kalian tau berapa? USD130 miliar. Itu hampir sama dengan APBN negara satu tahun, nah perusahaan-perushaan ini sebagian, mereka itu membangun di IKN karena dekat. Ini yang kita dorong," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini