Share

Produsen Mobil AS Masuk RI, Menteri Bahlil: Baru Penjajakan!

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 20 Juli 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 320 2633187 produsen-mobil-as-masuk-ri-menteri-bahlil-baru-penjajakan-yYFiYCd41v.jpg Menteri Investasi Bahlil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan Otomotif asal Amerika Serikat, Ford dikabarkan bakal membangun fasilitas produksi di Indonesia. Kehadiran Ford di Indonesia direncanakan bakal juga membangun ekosistem kendraan listrik.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan hingga saat ini pemerintah telah bertemu dengan petinggi perushaan Ford di Amerika Serikat.

"Kemarin saya juga ngomong sama Ford dari AS tapi saya belum menyampaikan tentang potensi investasi mereka, baru penjajakan dan kami diskusi," ujar Bahlil di Kantornya, Rabu (20/7/2022).

Bahlil juga menyebutkan bahwa Ford merupakan produsen mobil terbesar kedua di Amerika Serikat setelah Tesla. Kehadiran pabrikan mobil asal negeri Paman Sam itu diharapkan juga mampu untuk membangun ekosistem kendraan listrik di Indonesia.

"Ford itu pemain mobil kedua setelah Tesla, itu Vice President nya sudah ketemu sama saya. Jadi negara kita ini orang percaya untuk melakukan investasi," sambungnya.

Dismping itu Bahlil juga mengungkap bahwa produsen mobil asal Jerman Volkswagen (VW) juga dipastikan bakal masuk ke Indonesia, setidaknya pada akhir tahun 2022 mulai pembangunan pabriknya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Kemarin VW juga sudah melakukan kunjungan, dan di sana akan berproduksi tapi bukan sekarang, sekarang masa konsturksi mungkin produksinya 2024-2025 kanrea itu bagina dari hilirisasi," kata Bahlil.

Kehadiran VW di Indonesia ini nantinya bakal menggarap nikel dari Indonesia untuk memproduksi baterai listrik untuk kendaraan listrik. Menurut Bahlil kehadiran VW di Indonesia sangat menguntungkan meski hanya menggarap baterai mobil listrik. Karena menurutnya VW sendiri menguasai setidaknya kurang lebih 30% pasar mobil listrik di Eropa.

"Kalau ditanya VW masuk tidak, masuk, Jadi bayangin untuk nikel ini kita udah hampir semua negara masuk nih," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini