Share

Tidak Heran Sri Mulyani Bilang Milenial Sulit Punya Rumah, Ternyata Tantanganya Begini

Feby Novalius, Okezone · Selasa 26 Juli 2022 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 470 2636346 tidak-heran-sri-mulyani-bilang-milenial-sulit-punya-rumah-ternyata-tantanganya-begini-xK6YxKkNmz.jpg Milenial Kesulitan Beli Rumah karena Hargnya Mahal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa butuh usaha ekstra keras bagi milenial yang mau punya rumah. Pasalnya harga rumah sangat mahal sehingga milenial kesulitan untuk memenuhi persoalan papanya.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat membenarkan pernyataan tersebut. Dia menyatakan bahwa harga rumah setiap tahun memang meningkat.

Namun pada tahun ini harga rumah juga ditambah dengan kenaikan harga material pembangunan.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Ancaman Generasi Muda Tidak Bisa Beli Rumah, Kok Bisa?

"Memang rerata kenaikan harga rumah yang terus meningkat, di kisaran 2% tahun ini dan ditambah kenaikan harga material bangunan menjadikan tantangan tersendiri untuk generasi muda memiliki rumah," ujar Syarifah, Selasa (26/7/2022).

Oleh sebab itu, apa yang disampaikan Sri Mulyani ketika generasi muda sulit untuk mendapatkan rumah. Namun bukan berarti generasi muda tidak bisa untuk memiliki rumah kedepannya.

Baca Juga: Sri Mulyani Bilang Milenial Sulit Beli Rumah, Konsultan Properti: Harganya Terus Naik!

"Namun ketika generasi muda cermat melihat peluang penawaran dari pengembang dan mencocokan dengan stimulan/insentif yang diberikan Pemerintah untuk pembeli hunian pertama, maka generasi muda dapat mewujudkan mimpinya untuk memiliki hunian," sambung Syarifah.

Menurutnya, insentif untuk sektor properti khususnya di bidang perumahan perlu diperkuat, sehingga bisa menekan angka backlog yang pada tahun 2021 lalu angka sudah mencapai 12,75 juta.

"Termasuk ketika akan membeli hunian, generasi muda akan mencari informasi secara online terkait hunian dengan down payment yang rendah, tenor yang panjang, transparansi informasi unit, lokasi aksesibel dan promosi menarik akan menjadi pilihan," lanjutnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan, dari sisi supply juga ada masalah. Harga tanah selalu ever-increasing, terutama di perkotaan dan bahan-bahan baku perumahannya. Kontribusi sektor perumahan, sambung Sri, kontribusi dan sharenya terhadap APBN cukup signifikan, apalagi ditambah dengan aspek penciptaan kesempatan kerja.

"Dia punya multiplier effect yang besar dan juga share-nya terhadap PDB di atas 13%. Namun, ini belum klop. Kita punya gap antara demand dengan purchasing power, itu namanya harap-harap cemas. If you can exercise your demand, it means you have purchasing power. Saya bermimpi punya rumah dan saya berencana punya rumah, keduanya berbeda, mimpi ya mimpi, kalau berencana ya berarti sudah ada daya belinya untuk mengeksekusi rencananya," terang Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini