Share

Investor Tanyakan Nasib Proyek Ibu Kota Nusantara Setelah 2024?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 29 Juli 2022 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 470 2638808 investor-tanyakan-nasib-proyek-ibu-kota-nusantara-setelah-2024-6n4jhk9lwm.jfif Investor Tanyakan Nasib Proyek Ibu Kota Baru. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara Bambang Susantono mengungkapkan banyak investor melirik proyek ibu kota baru, baik dalam negeri maupun luar negeri. Namun tidak sedikit investor tersebut bertanya nasib ibu kota nusantara setelah 2024 atau pasca pergantian Presiden.

"Banyak yang menanyakan tentang 2024, bagaimana kelanjutan setelah 2024? Investor banyak menanya itu," kata Bambang dalam diskusi virtual yang ditayangkan melalui saluran YouTube Current Affairs TVRI, Jumat (29/7/2022).

Baca Juga: Pos Indonesia Ikut Bangun Ibu Kota Baru, Ini yang Digarap

Meski demikian, Bambang menjelaskan bahwa pembangunan IKN Nusantara bukan hanya memindahkan pusat pemerintahan saja, namun nantinya juga sekaligus membangun ekosistem kehidupan di dalamnya.

"Kami menjawabnya, kita membangun kota, buka hanya membangun pusat pemerintahan, kota itu adalah kota yang utuh, lifeable, layak huni, dan akan ada fasilitas yang akan memanjakan warganya," kata Bambang.

Baca Juga: Bertemu Petinggi Perusahaan JOIN Jepang, Menko Airlangga Ajak Kembangkan Sistem Smart City di IKN Nusantara

Bambang optimis proyek IKN Nusantara tidak bakal mangkrak, terutamanya pada pembanguan tahap awal ini, sebab dari segi lahan sudah cukup tersedia, dan dari segi dana pun APBN sudah menganggarkannya setidaknya hingga 2024.

"Kalau kita membangun real estate lahan itu kan harus dibebaskan, ini sudah ada, apalagi KIPP (Kawasan Inti Pusat Pemerintahan)," kata Bambang.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa pada pembangunan tahap awal yang dilakukan juga hanya seluas 900 hektare atau lebih luas sekitar 2,42 km persegi dari kecamatan Menteng, Jakarta Pusat yang memiliki luas 6,58km persegi.

"Tetapi yang akan kita bangun mungkin sampai 2024 sekitar 900 hektare, tapi lengkap sebagai feature sebuah kota yang layak huni, Itu sudah on the go, atau sudah dimulai (pembangunan)," pungkas Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini