JAKARTA – Laba PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mengalami kenaikan tipis pada semester I 2022. Hingga akhir Juni 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,67 triliun atau naik 2,08% dari sebelumnya Rp1,64 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penurunan beban bunga sebesar 9% secara tahunan menjadi Rp1,70 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,87 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 5% menjadi Rp5,72 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,59 triliun.
Meski demikian, biaya operasional perseroan mengalami peningkatan sebesar 2% secara tahunan dari Rp3,44 triliun menjadi Rp3,50 triliun.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Plt Direktur Utama BTPN Kaoru Furuya dalam keterangan resminya, Selasa (2/8/2022).
Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Juni 2022 BTPN telah menyalurkan kredit sebesar Rp149,26 triliun atau tumbuh 10% dari sebelumnya Rp135,59 triliun. Adapun, kredit di segmen korporasi meningkat sebesar 22% secara tahunan dan kredit syariah tumbuh sebesar 11%.
Di samping itu, perseroan mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, hal itu tercermin rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35%, menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 1,46%, dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04% pada akhir Mei 2022.