Share

Waduh! Nancy Pelosi Sah Jadi Musuh No 1 Musuh Tiongkok Tahun Ini

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Rabu 03 Agustus 2022 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 320 2641308 waduh-nancy-pelosi-sah-jadi-musuh-no-1-musuh-tiongkok-tahun-ini-EmCJQdOAKR.jpg Nancy Pelosi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Waduh! Nancy Pelosi sah jadi musuh no 1 musuh Tiongkok tahun ini. Media Taiwan melaporkan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi tiba di Taiwan. Nancy Pelosi tiba Selasa (2/8/2022) malam dan bermalam di pulau itu. Video kedatangan Pelosi dan turun dari pesawat beredar luas di media sosial.

Sebelumnya armada kapal perang AS dengan kapal induk USS Ronald Reagen diduga bergerak menuju Taiwan.

Diketahui, China menganggap Taiwan sebagai wilayah teritorinya, sehingga kedatangan Nancy Pelosi mendapatkan respon buruk dari China. Meski dikecam habis-habisan oleh China, kedatangan politikus teras Demokrat ini disambut baik oleh Taiwan.

Joe Biden sendiri juga sempat membahas soal rencana kunjungan Nancy ke Taiwan ini dengan Presiden China Xi Jinping. Merespon hal itu, Presiden China menekankan pejabat tinggi AS untuk tak seharusnya berkunjung ke Taiwan.

Nancy Pelosi pun bak membuktikan nyali, sekalipun China memberikan tekanan yang amat serius. Politikus perempuan itu juga membuktikan dirinya sebagai orang yang paling membuat China kesal tahun ini dan bak musuh nomor 1 China pada tahun 2022.

Nancy Pelosi sendiri mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Taiwan justru untuk menunjukkan komitmen AS terhadap demokrasi. Ia berencana akan bertemu dengan Parlemen Taiwan dan pimpinan pemerintahan negara yang mutakhir dalam industri semikonduktor itu.

Adapun,  Wall Street berakhir lebih rendah setelah sesi bervariasi pada perdagangan Selasa (2/8/2022) waktu setempat.

Hal itu karena sentimen ketegangan geopolitik setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan.

Pelosi mengatakan perjalanannya menunjukkan solidaritas Amerika dengan pulau yang diklaim China itu, tetapi China mengutuk kunjungan pertama seperti itu dalam 25 tahun sebagai ancaman bagi perdamaian dan stabilitas.

(RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini