Share

Budidaya Jagung Dikembangkan di Papua, Menteri Basuki: Kuncinya Ketersediaan Air Irigasi

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 470 2643142 budidaya-jagung-dikembangkan-di-papua-menteri-basuki-kuncinya-ketersediaan-air-irigasi-Ojgpa1ffR1.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono dukung budidaya jagung di Papua (Foto: Antara)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mendukung pengembangan budidaya jagung di Papua dan NTT untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur.

Dukungan diberikan melalaui pembangunan bendungan untuk untuk irigasi pertanian dan pengembangan food estate, dukungan infrastruktur lain juga diberikan untuk mendukung peningkatan produksi dan ekspor jagung pada pengembangan budidaya jagung di Kabupaten Keerom, Papua dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pentingnya tata kelola air (water management) dalam mendukung pertanian untuk memastikan aliran air berjalan baik.

"Kuncinya ada pada ketersediaan air untuk irigasi, baru diikuti dengan teknologi pertaniannya," kata Menteri Basuki.

Pada TA 2022, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah melaksanakan berbagai kegiatan di antaranya mobilisasi peralatan dan tenaga kerja ke lokasi pekerjaan. Selanjutnya akan dilakukan pekerjaan land clearing dan pembangunan saluran drainase di lokasi ex-plasma sawit seluas 3.000 hektare yang akan terkontrak pada 5 Agustus 2022 (MYC 2022-2023).

Pengembangan budidaya jagung setidaknya dilakukan di dua Kabupaten, pertama Kabupaten Keerom yang dilakukan diatas lahan seluas 10.000 hektare dan kabupaten Belu yang pada musim tanam saat ini dipusatkan di Blok C pada lahan food estate di Bendungan Rotiklot seluas 16 ha dari luas layanan 22 ha.

Dukungan infrastruktur dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi sprinkler dengan memanfaatkan air dari Bendungan Rotiklot sebanyak 150 unit big gun sprinkler untuk lahan 55 ha.

Selain bersumber dari Bendungan Rotiklot, pembangunan jaringan irigasi sprinkler juga dilakukan dengan memanfaatkan air dari Bendungan Haliwen sebanyak 50 unit big gun sprinkler untuk lahan 20 ha dan Bendungan Haekrit 200 unit big gun sprinkler untuk 60 ha.

Infrastruktur jaringan irigasi sprinkler di kedua lokasi tersebut telah siap untuk dioperasikan, namun program penanaman dari Dinas Pertanian yang khusus untuk pemanfaatan irigasi sprinkler belum dilaksanakan.

Selain bersumber dari bendungan, Kementerian PUPR juga membangun jaringan irigasi sprinkler dari sumur air tanah dengan melakukan rehabilitasi sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 23 unit pada food estate di Kabupaten Belu. Jaringan irigasi sprinkler ini akan memberikan layanan irigasi untuk lahan seluas 230 ha dengan debit per sumur sebesar 6-16 liter/detik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini