Share

Ekonomi RI Tumbuh 5,44%, Wamendag: Terlihat Kebangkitan Pasca-Pandemi yang Kian Mantap

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Selasa 09 Agustus 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644530 ekonomi-ri-tumbuh-5-44-wamendag-terlihat-kebangkitan-pasca-pandemi-yang-kian-mantap-h5PIVjfuxq.jfif Wamendag Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com/Kemendag)

JAKARTA - BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,44% pada kuartal II-2022. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga pun optimis pertumbuhan itu terlihat dari gairah di sektor riil, yaitu perdagangan, khususnya perdagangan rakyat.

"Saya sudah berkeliling di pasar di berbagai daerah. Memang terlihat adanya kebangkitan ekonomi pasca-pandemi yang kian mantap. Konsumsi masyarakat membaik seiring dengan berjalannya kembali sektor-sektor ekonomi baik formal maupun informal," kata Wamendag, Selasa (9/8/2022). 

Menurut Jerry, perdagangan rakyat menjadi indikator nyata dari pertumbuhan ekonomi mengingat besarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia. Jadi, menurutnya kalau pasar-pasar ramai secara konsisten dan terus meningkat, artinya ekonomi berjalan dengan baik dan daya beli masyarakat terjaga.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Masa Suram Ekonomi Kita Telah Berakhir

Kementerian Perdagangan sendiri menurut Jerry terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat, khususnya bahan pokok dan penting (bapokting). Ini untuk menjaga agar harga bahan pokok dan penting menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Khususnya bahan pokok, beberapa sudah kembali turun harganya, seperti minyak goreng, bawang dan daging. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait terus berupaya meminimalisasi dampak-dampak kondisi global seperti perang di Ukraina terhadap peningkatan harga komoditas di Indonesia," ujarnya. 

Baca Juga: Sri Mulyani: Perekonomian Indonesia Sudah Capai Level Sebelum Pandemi Covid-19

Di sektor perdagangan luar negeri, Indonesia juga terus mencatatkan surplus yang berkontribusi positif bagi ekonomi nasional secara umum. Berdasarkan data BPS, surplus Indonesia pada tahun ini, sampai dengan Juni sudah mencapai USD24,8 miliar atau lebih tinggi dari 2021 yang mencapai USD11,4 miliar.

Ini menjadi angin segar menjelang peringatan Hut RI ke-77 bulan Agustus ini. Kementerian Perdagangan, menurut Jerry, akan terus menjaga kondisi positif di perdagangan Indonesia, baik perdagangan domestik maupun perdagangan antar negara.

"Pak Mendag, saya dan seluruh jajaran Kementerian Perdagangan optimis sekali bahwa perdagangan Indonesia akan terus tumbuh positif sehingga bisa melampaui sebelum pandemi. Itu tekad kami dalam rangka mewujudkan semangat Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebagai tema peringatan Kemerdekaan tahun ini," imbuh Jerry.

Jerry yakin Presiden Joko Widodo akan bisa membawa peran Indonesia yang lebih besar bukan hanya dalam konteks ekonomi dan politik regional tetapi bahkan global.

Menurut Jerry sepanjang kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia berhasil memaksimalkan potensi-potensi baik internal maupun eksternal untuk memajukan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Khususnya dalam bidang ekonomi dan perdagangan, sepanjang Pemerintahan Joko Widodo banyak perjanjian perdagangan terwujud, Indonesia juga dipercaya dan berperan penting dalam berbagai forum internasional seperti dalam forum World Bank, IMF, OKI, dan lain-lain. Indonesia bahkan tahun ini menjabata Presidensi di G-20 dan berhasil mengambil peran meskipun kondisi politik global sedang bergejolak. Keberhasilan untuk menegaskan posisi non-blok dalam G-20 menunjukkan hal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini