Share

Harga Mi Instan Mau Naik 3 Kali Lipat, Mentan Berkali-kali Ingatkan Mahalnya Gandum

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Rabu 10 Agustus 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 320 2645212 harga-mi-instan-mau-naik-3-kali-lipat-mentan-berkali-kali-ingatkan-mahalnya-gandum-WMWfolcbZn.jpg Harga mi instan naik (Foto: Freepik)

JAKARTA – Harga mi instan bakal naik tiga kali lipat dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berkali-kali mengingatkan soal mahalnya harga gandum.

Mahalnya gandum akan berpengaruh pada beberapa harga pangan seperti mi dan roti. Dampak perang Ukraina - Rusia telah menyebabkan gangguan pada rantai pasok global. Hal tersebut praktis membuat harga komoditas melambung tinggi.

"Perang mengakibatkan harga gandum naik 300%, biasanya 10%, berarti besok kita bermasalah dengan gandum," kata Mentan pada sambutannya dalam acara peringatan hari Krida Pertanian 22 Juni 2022.

Menurutnya, ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.

Mentan menjelaskan saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.

"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan pada 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.

"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," kata Mentan.

Menurutnya hal ini memang bukanlah tantangan yang yang kecil, sehingga pemerintah daerah perlu menguatkan produktivitas pertanian sehingga dampak yang bakal dialami dari adanya konflik global tidak terlalu parah.

Bukan hanya Gandum, masalah lain yang datang akibat konflik global tersebut adalah tersendatnya pasokan pupuk ke Indonesia, yang mana saat ini Indonesia juga menjadi importir pupuk dan Rusia maupun Ukraina.

"Di Ukraina dan Rusia juga pemasok pupuk terbesar dunia, karena ada posfat, kalium yang terbesar, dan harga naiknya pupuk di dunia 3 sampai 5 kali lipat dari harga sekarang karena persolan konektivitas yang tidak tidak berjalan normal," kata Mentan.

Untuk masalah ini, Mentan meminta petani maupun akademisi untuk memanfaatkan pupuk organik. Sebab adanya konflik tersebut bakal membuat harga pupuk menjadi mahal, sehingga pemerintah bakal mengurangi pupuk subsidi.

"Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk subsidi," kata Mentan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini