Share

5 Pahlawan Perempuan yang Sosoknya Diabadikan di Uang Rupiah

Feby Novalius, Okezone · Rabu 17 Agustus 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2649031 5-pahlawan-perempuan-yang-sosoknya-diabadikan-di-uang-rupiah-iEZpeJvtig.png Tjut Meutia Salah Satu Pahlawan Perempuan yang Sosoknya Diabadikan dalam Rupiah. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Bangsa Indonesia memperingari Hari Kemerdekaan ke-77 tahun. Sebagai salah satu bentuk penghargaan pada negara, Pahlawan Nasional sosoknya diabadikan di dalam uang Rupiah.

Mengutip data Bank Indonesia, Rabu (17/8/2022), hingga 2020, ada 191 orang telah diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia, 15 di antaranya perempuan.

Dari 15 pahlawan perempuan tersebut, baru 5 tokoh yang sosoknya diabadikan ke dalam uang. Mereka adalah RA Kartini, Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, Tjut Njak Dien, dan Tjut Meutia.

Mereka berjuang melalui bidang masing-masing, seperti pendidikan, tulisan dan pemikiran, hingga berjuang langsung di medan tempur. Namanya tak hanya menghiasi lembaran sejarah, tetapi juga di lembaran uang kertas rupiah.

Baca Juga: Berburu Promo Belanja Diskon hingga 77% dan Ikuti Workshop Karya UMKM Indonesia di Mal Taman Anggrek

Para perempuan hebat ini turut memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia di masa penjajahan. Mereka berjuang melalui bidang masing-masing, seperti pendidikan, tulisan dan pemikiran, hingga berjuang langsung di medan tempur. Namanya tak hanya menghiasi lembaran sejarah, tetapi juga di lembaran uang kertas rupiah.

Pahlawan perempuan pertama yang diabadikan dalam uang adalah Kartini. Dia muncul di uang pecahan Rp5 pada 1953. Uang tersebut merupakan uang rupiah seri tokoh dan kebudayaan, seri uang yang pertama kali dicetak oleh Bank Indonesia (BI).

Baca Juga: Peringatan HUT RI ke- 77, Pemkot Palangka Raya Siap Jadi Tuan Rumah UCI MTB Eliminator World Cup 2022

Uang ini sebenarnya telah disiapkan sejak 1952. Saat itu, BI sedang mempersiapkan kelahirannya setelah menasionalisasi De Javasche Bank (DJB) pada 1951.

Lantaran Undang-Undang tentang BI baru lahir pada 1953, maka uang kertas emisi 1952 tersebut baru resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953. Gambar Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 emisi 1985.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Selain gambar Kartini, ada Martha Christina Tiahahu dari Maluku di nominal Rp5.000 emisi 1985 dan Dewi Sartika dari Bandung (Jawa Barat) pada nominal Rp5.000 emisi 1982. Keduanya muncul sebagai tanda air (watermark).

Pahlawan perempuan asal Aceh juga pernah muncul dalam uang rupiah, yaitu Tjut Njak Din dan Tjut Meutia. Tjut Meutia pertama kali digunakan pada emisi 1992 dalam nominal Rp1.000 dan Rp5.000, sebagai watermark.

Tjut Meutia muncul lagi sebagai watermak dalam nominal yang sama pada 2000, 2001, dan 2016. Baru pada 2016, wajahnya muncul sebagai gambar depan uang kertas nominal Rp1.000. Sedangkan Tjut Njak Dien pernah muncul sekali di gambar depan uang kertas Rp10.000 pada 1998

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini