JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp434,9 miliar di semester I 2022. Pendapatan KSEI meningkat 18,61% dari periode yang sama tahun lalu pendapatan sebesar Rp366,66 miliar.
Adapun laba bersih yang dicatatkan KPEI mencapai Rp173,4 miliar atau tumbuh 25,85% dari periode yang sama tahun sebesar Rp137,77 miliar. Perseroan menyebutkan, pendapatan yang diperoleh terdiri dari pendapatan usaha, investasi,iuran keanggotaan bank pembayar dan bank administrasi rekening dana nasabah, dan keuntungan atas selisih kurs bersih.
Secara rinci, pendapatan usaha KSEI meningkat 21,73% menjadi Rp334 miliar, pendapatan investasi naik 3,91% menjadi Rp66,97 miliar, iuran keanggotaan bank pembayar dan bank administrasi rekening dana nasabah menurun 3,18% menjadi Rp5,07 miliar dan keuntungan atas selisih kurs bersih naik 28,79% menjadi Rp375,25 juta.
Selanjutnya, KSEI mencatatkan kenaikan beban dari Rp191,81 miliar menjadi Rp213,93 miliar pada semester I/2022. Hal ini membuat laba kotor BEI naik 25,77% menjadi Rp221,64 miliar dari Rp176,22 miliar. Sementara itu, jumlah aset KSEI naik 3,55% dari Rp2,94 di akhir tahun 2021 menjadi Rp3,04 triliun pada pertengahan tahun ini. Di sisi lain, jumlah liabilitas menurun 18,21% dari Rp276,49 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp226,14 triliun pada 30 Juni 2022.
Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi peningkatan 15,8% dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,56 triliun. Sebelumnya, KSEI mencatat jumlah investor saham di pasar modal Indonesia sudah tembus 4 juta. Berdasarkan data KSEI, jumlah Single Investor Identification (SID) telah mencapai 4.002.289 per akhir semester I 2022 dengan 99,79% merupakan investor individu lokal.
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo pernah mengatakan, pertumbuhan jumlah investor saham menjadi salah satu tanda pencapaian pasar modal Indonesia. “Jumlah investor lokal yang terus meningkat secara signifikan, terutama di masa pandemi Covid-19, merupakan tanda bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya berinvestasi dan menjadikan pasar modal sebagai alternatif untuk berinvestasi,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan akhir tahun 2021 yang sebanyak 3.451.513 SID, jumlah investor saham per semester I 2022 telah meningkat 15,96%. Tren peningkatan tersebut telah terlihat sejak tahun 2020 ketika investor masih berjumlah 1.695.268 SID.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.