Share

Kepala Otorita IKN Bertemu Pejabat Korea Selatan, Bahas Apa?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 02 September 2022 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 320 2659472 kepala-otorita-ikn-bertemu-pejabat-korea-selatan-bahas-apa-6diuLDJ1UC.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono melakukan pertemuan bersama pemangku kepentingan Korea Selatan pada acara Global Infrastructure Cooperation Conference di Seoul.

Pada kesempatannya, Bambang mengatakan pembangunan infrastruktur cukup erat kaitannya dalam menanggulangi kemiskinan yang saat ini terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Namun demikian menurut Bambang, pembangunan infrastruktur tidak akan mampu didanai oleh kantong Pemerintah sendiri tanpa ada kolaborasi antar negara.

 BACA JUGA:Ke Austria, Menhub Cari Investor Proyek Kereta Gantung di IKN

Maka menurutnya perlu kerja sama dan kolaborasi dalam hal pembangunan Infrastruktur.

"Alasan utama yang menyatukan kita hari ini adalah keharusan untuk menyediakan infrastruktur berkualitas baik, yang diperlukan untuk membawa Kemakmuran di seluruh dunia," ujar Bambang dalam sambutannya pada acara GICC yang disiarkan melalui saluran YouTube, Kamis (1/9/2022).

Dia menyebut pembangunan infrastruktur menjadi landasan keberhasilan dari suatu pertumbuhan pembangunan oleh pemerintah.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kolaborasi antar negara dalam menyediakan infrastruktur yang berkualitas kemudian memegang peranan kunci untuk mewujudkannya.

"Infrastruktur yang baik telah memperkuat pendapatan per kapita, meningkatkan mata pencaharian dan menurunkan kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi," sambungnya.

Sehingga pembangunan ibu kota baru, IKN Nusantara, sebagai mega proyek juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pembangunan IKN Nusantara menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam membawa Indonesia keluar dari middle income trap pada tahun 2045.

"Namun salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah adalah bagaimana membiayai semua infrastruktur," katanya.

"Sekali lagi, ini kami bekerja sama dengan sektor swasta, untuk pembiayaan infrastruktur dan data, layanan menjadi penting dengan adanya forum ini," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini