Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Smart City IKN Dapat Suntikan Rp41,7 Miliar dari AS

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |16:46 WIB
Smart City IKN Dapat Suntikan Rp41,7 Miliar dari AS
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan hibah senilai USD2,49 juta atau sekitar Rp41,7 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur IKN. (Foto: Okezone.com/OIKN)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan hibah senilai USD2,49 juta atau sekitar Rp41,7 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur teknologi digital di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Dana ini akan digunakan untuk memperkuat asistensi teknis dalam implementasi solusi Smart City di IKN.

Kucuran dana hibah dari US Trade and Development Agency (USTDA) tertuang dalam kesepakatan kedua negara yang diteken pada Selasa (25/2/2026) di Kantor Otorita IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan fondasi utama pembangunan Nusantara.

“Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan cetak biru Smart City IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif guna mempercepat transformasi Nusantara sebagai kota cerdas, berkelanjutan, dan menarik bagi investor global.

Asistensi teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis yang meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, dan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, menjelaskan visi jangka panjang mengenai pengembangan kota kognitif, yang juga bakal diterapkan di IKN. Menurutnya, Nusantara memiliki peluang untuk berevolusi lebih dari sekadar kota cerdas menjadi Cognitive City.

“Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital statis menuju sistem kecerdasan adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik. Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujar Subhranshu.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement