Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Pertalite Jadi Rp10.000/Liter, Pengendara Motor: Yang Penting Tidak Langka

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 04 September 2022 |06:53 WIB
Harga Pertalite Jadi Rp10.000/Liter, Pengendara Motor: Yang Penting Tidak Langka
Harga BBM naik. (Foto: MPI)
A
A
A

MALANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ditanggapi beragam oleh warga Kabupaten Malang.

Sejumlah warga mengaku tak terkejut dan menganggap hal biasa.

Pengendara motor asal Kepanjen Dwi Sanusi menuturkan, kenaikan harga BBM tak dipermasalahkannya yang terpenting stok BBM tersedia dan tak perlu mengantri cukup lama.

"Yah, biasa saja sih mas..! Yang penting BBM ada stok dan tidak langka disini, jadi saya tidak sampai mengantri" ujarnya saat ditemui di SPBU Dilem, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (3/9/2022).

 BACA JUGA:Harga BBM Naik, Warga Berharap Gaji Juga Naik!

Namun, dia berharap ada sistem bantuan yang jelas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pasalnya diakui kenaikan harga BBM aman berpengaruh dengan perekonomian terutama masyarakat tak mampu.

"Semoga bantuannya tepat sasaran saja, jangan sampai salah sasaran lagi," harapnya.

Kenaikan harga BBM juga direspon sopir truk tebu Suwito yang menyatakan, kalau hal itu sebenarnya telah dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah.

Sedangkan pengemudi ojek online di Pakis Ahmad Bagus mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM tersebut.

Pasalnya di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok, naiknya BBM akan memberatkan masyarakat kecil seperti dirinya.

"Ya maunya nggak naik, sekarang kan apa-apa naik. Kalau BBM ikut naik takutnya kebutuhan bahan pokok lainnya naik juga. Kasihan pak rakyat kecil kayak kita ini," ucap pria 38 tahun ini.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menyatakan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan imbauan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tentang kenaikan harga BBM ini.

"Meskipun masyarakat Kabupaten Malang tidak panik, kami akan selalu hadir dan memberikan himbauan kamtibmas di SPBU wilayah hukum Polres Malang," ujar Ferli.

Menurutnya, dengan hadirnya Polisi ini akan mengurungkan niat dari oknum-oknum yang akan melakukan penimbunan BBM.

Dia juga berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman ketika masyarakat melakukan pengisian BBM di SPBU.

Meskipun prediksinya begitu, ternyata masyarakat Kabupaten Malang bisa menerima kenaikan BBM dengan bijak.

Dia menyebut masyarakat merasa biasa saja dan menganggap ini merupakan suatu keputusan yang memang harus ikut menyesuaikan.

Di sisi lain pasca penyesuaian harga BBM, kepolisian telah mengantisipasi dan mengawasi di setiap SPBU pada 30 kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Malang.

"Selain memberikan himbauan kepada petugas SPBU untuk tidak melayani masyarakat yang membeli BBM dengan menimbun, kami juga arahkan untuk mengaktifkan CCTV sebagai pengawasan," tutup Ferli.

Sebagai informasi, Harga BBM Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter.

Selain Pertalite, harga BBM Pertamina Pertamax juga mengalami kenaikan dari Rp12.500 jadi Rp14.500.

“Hari ini pukul 13.30 pemerintah melakukan penyesuaian BBM subsidi Pertalite dari Rp7.650 jadi Rp10 ribu. Solar dari Rp5.150 jadi Rp6.800,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement