JAKARTA – BLT subsidi gaji Rp600.000 segera cair untuk 5 juta pekerja. BLT subsidi gaji masuk dalam tambahan bantalan sosial yang disiapkan pemerintah sebagai pengalihan subsidi BBM.
Pencairan BLT subsidi gaji tahap pertama akan dimulai pekan ini. Berikut adalah fakta mengenai BLT subsidi gaji Rp600.000 yang dirangkum Okezone, Sabtu (10/9/2022).
1. Pekerja gaji di atas Rp3,5 juta bisa dapat
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pun membuka peluang pekerja dengan gaji di atas Rp3,5 juta bisa mendapat BLT subsidi gaji. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 Tahun 2022 yang salah satunya mengatur tentang pernyataan penerima BSU untuk pekerja atau Buruh.
Dalam Permenaker Nomor 10/2022, pada pasal 4 ayat (3) dijelaskan dalam hal pekerja/buruh bekerja di wilayah dengan upah minimum kabupaten/kota lebih besar dari Rp3,5 juta, maka persyaratan gaji/upah menjadi paling banyak sebesar upah minimum kabupaten/kota.
Pada pasal tersebut menjadikan seorang pekerja yang bekerja di kota yang mempunyai Upah Minimum Provinsi/Kota juga berhak untuk mendapatkan BSU.
"Misalnya DKI Jakarta yang UMP senilai Rp4,7 juta maka dia tetap berhak, karena yang disini adalah yang senilai upah minimum provinsi kabupaten kota," ujar Ida, dikutip Kamis (8/9/2022).
2. Cair Rp600 Ribu ke 14,6 Juta Pekerja
BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi upah Rp600.000 tidak akan cair ke 16 juta pekerja sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. Sebab setelah diverifikasi, data penerima BLT subsidi yang layak mendapat bantuan sosial sebanyak 14,6 juta.
Jumlah tersebut telah melalui tahap verifikasi dari yang sebelumnya diajukan 16,2 juta pekerja.
3. Tahap pertama 5 juta pekerja
Kemnaker telah menerima data sebanyak 5.099.915 calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT Subsidi Gaji dari BPJS Ketenagakerjaan. Ida menegaskan Kemnaker berupaya untuk mulai menyalurkan BSU 2022 pekan ini. Ida juga menargetkan penyaluran BSU dari Bank Himbara ke bank penerima dapat berlangsung di hari Jumat ini.
"Menurut data BPJS Ketenagakerjaan terdapat 16.198.731 pekerja atau buruh yang memenuhi syarat untuk menerima subsidi gaji. Dari keseluruhan data yang memenuhi syarat akan disampaikan kepada Kemnaker secara bertahap," ujar dia.
4. Pemerintah Siapkan Rp24,17 Triliun
Alokasi anggaran bantalan sosial yang disapkan negara sebesar Rp24,17 triliun bila harga BBM naik.
"Diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan mulai memberikan bantalan sosial tambahan sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM sebesar Rp24,17 triliun," ujar Sri Mulyani.
5. Diharapkan Dapat Tingkatkan Daya Beli Masyarakat
Sri Mulyani mengatakan, pemberian bantalan sosial tersebut diberikan agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
"Dalam rangka untuk meningkatkan daya beli mereka terutama karena dalam beberapa waktu terakhir memang tendensi dari kenaikan harga yang berasal dari pengaruh global memang perlu direspon," katanya.
6. Total Anggaran BSU 2022 Mencapai Rp8,7 Triliun
Sekretaris Direktorat Jendral PHI Jamsos, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Surya Lukita Warman menjelaskan, pada tahap pertama penyaluran BSU bakal diberikan kepada 14,6 juta pekerja dengan total anggaran yang diperlukan Rp8,7 triliun.
"Ternyata yang memenuhi persyaratan hasil exercise kami hanya 14,6 juta orang. Angka ini yang kami usulkan kepada Kemenkeu, agar anggarannya disiapkan dengan nilai bantuan Rp600 ribu per kepala, akhirnya nilai anggaran subsidi," ujarnya, dalam diskusi publik 'Kebijakan Pemerintah Pasca Kenaikan Harga BBM pada Sektor Perlindungan Sosial dan Ketenagakerjaan' bersama Ombudsman RI, Kamis (8/9/2022).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.