Share

Jokowi Buka Opsi Impor Minyak Murah Rusia, ESDM dan Pertamina Bungkam

Risky Fauzan, iNews · Selasa 13 September 2022 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 320 2666250 jokowi-buka-opsi-impor-minyak-murah-rusia-esdm-dan-pertamina-bungkam-COyX0zXxPy.jpg RI Minat Minyak Rusia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum berani buka suara perihal pertimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk impor minyak mentah murah dari Rusia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwasanya dirinya tidak mengetahui perkembangan terkini ihwal posisi pemerintah untuk pengadaan minyak mentah dari Rusia tersebut.

β€œItu saya tidak tahu terus terang saja kalau itu, terus terang kalau Rusia saya nggak ikut,” kata Tutuka di gedung DPR, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati juga enggan memberikan keterangan terkini menyusul sejumlah sinyal dari pemerintah untuk membeli minyak mentah diskon dari Rusia.

Sebagaimana diketahui, Jokowi belakangan terlihat ingin bergabung dengan India dan China untuk membeli minyak Rusia sebagai upaya mengimbangi meningkatnya tekanan dari harga minyak dunia yang masih berlanjut saat ini.

"Semua opsi selalu kami pantau. Jika ada negara (dan) mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja," kata Jokowi dalam wawancara dengan Financial Times, ketika ditanya apakah Indonesia akan membeli minyak dari Rusia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan India dan China dalam membeli minyak Rusia untuk mengimbangi meningkatnya tekanan dari kenaikan biaya energi, Financial Times melaporkan pada Senin.

"Semua opsi selalu kami pantau. Jika ada negara (dan) mereka memberikan harga yang lebih baik, tentu saja," kata Widodo dalam wawancara dengan Financial Times, ketika ditanya apakah Indonesia akan membeli minyak dari Rusia.

Awal bulan ini, Jokowi menaikkan harga bahan bakar bersubsidi sebesar 30 persen dan mengatakan bahwa kenaikan harga adalah "opsi terakhirnya" karena tekanan fiskal, yang memicu protes di seluruh negara berpenduduk 270 juta orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini