Share

Rumah Layak Huni, Warga di Daerah Ini Dapat Bantuan Rp20 Juta hingga Rp40 Juta

Clara Amelia, Okezone · Minggu 18 September 2022 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 470 2668721 rumah-layak-huni-warga-di-daerah-ini-dapat-bantuan-rp20-juta-hingga-rp40-juta-yQT5kl0b98.jpg PUPR Perbaiki Rumah Tak Layak Huni. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian PUPR menargerkan program padat karya tunai (PKT) bisa menyerap 379.797 tenaga kerja. Salah satu yang dikerjakan adalah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Di mana pada tahun ini. Kementerian PUPR menargetkan peningkatan kualitas 186.172 unit rumah tidak layak huni.

PKT program BSPS merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas rumah mereka menjadi layak huni sekaligus membuka lapangan pekerjaan, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat di daerah.

Baca Juga: Perbandingan Biaya Hidup Tinggal di Jakarta vs Singapura

"Melalui program ini pemerintah mengalokasikan bantuan bagi masyarakat untuk menggerakkan dan meningkatkan keswadayaan dalam pemenuhan rumah layak huni dan lingkungannya," tulis Kementerian PUPR dalam Instagramnya, Minggu (18/9/2022). 

Adapun nilai bantuan yang diberikan yakni Rp20 juta bagi penerima di lokasi regular luar Papua dan Papua Barat Rp23,5 juta bagi penerima di lokasi khusus perkotaan dan perdesaan Papua dan Papua Barat dan Rp40 juta bagi penerima di daerah terpencil dan pegunungan Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Baca Juga: Cara Desain Interior Rumah Minimalis dengan Budget Kecil

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok,” kata Menteri Basuki.

Program PKT bidang jalan dan jembatan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR dilaksanakan oleh seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional terbagi menjadi PKT rutin dan PKT non rutin. Sebagaimana terekam dalam sistem E-Monitoring Kementerian PUPR per 16 Juni 2022, pekerjaan PKT bidang jalan dan jembatan Kementerian PUPR telah menyerap 49.427 tenaga kerja atau setara 1.578.748 Hari Orang Kerja (HOK).

Untuk PKT rutin meliputi preservasi jalan senilai Rp1,91 triliun misalkan untuk pembersihan median jalan dan pengecatan marka. Progres fisik PKT pemeliharaan rutin jalan sudah mencapai 35,63% dengan capaian penyerapan tenaga kerja sebanyak 17.640 orang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain jalan, PKT rutin juga dilaksanakan melalui pekerjaan pemeliharaan jembatan yang menggunakan skema swadaya masyarakat dengan anggaran sebesar Rp520 miliar misalkan untuk pengecatan rangka jembatan. Saat ini progres fisiknya mencapai 35,53% dengan capaian menyerap 4.861 tenaga kerja dari target 9.933 orang.

Pada pekerjaan PKT rutin Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR juga memfokuskan pada kegiatan revitalisasi drainase jalan nasional yang tersebar di 137 lokasi. Pembenahan drainase sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ruas jalan penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tersebut. Saat ini progress fisik pekerjaan revitalisasi drainase mencapai 43,56% dengan serapan tenaga kerja 9.035 orang.

Terakhir PKT non rutin yang meliputi pekerjaan penanganan pada pembangunan jalan dan jembatan serta preservasi. Pada TA 2022, PKT non rutin telah dianggarkan sebesar Rp2,2 triliun untuk pekerjaan yang tersebar di 297 lokasi. Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 31,96% dengan serapan tenaga kerja 17.891 orang atau setara 118.142 HOK. Kegiatan PKT non rutin dimaksudkan agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai daerah di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini