Share

Tekanan dari TikTok, YouTube Bakal Bagi Pendapatan Iklan dengan Pembuat Video Pendek

Clara Amelia, Okezone · Rabu 21 September 2022 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 320 2672018 tekanan-dari-tiktok-youtube-bakal-bagi-pendapatan-iklan-dengan-pembuat-video-pendek-ElpL62vt5I.JPG YouTube. (Mashable)

JAKARTA – YouTube dikabarkan akan membagi pendapatan iklan dengan pembuat video pendek (Shorts).

Di mana ini sebagai langkah mengejar pasar video pendek TikTok.

Adapun Google mengatakan akan mulai menyerahkan sebagian besar pendapatan iklan kepada pembuat konten populer.

 BACA JUGA:TikTok Now Telah Meluncur ke Indonesia, Apa Kelebihannya?

Dikutip CNBC di Jakarta, Rabu (21/9/2022), Chief product officer YouTube Neal Mohan mengatakan mulai tahun depan perusahaan akan membayar pendapatan dari Shorts yang didistribusikan berdasarkan video paling banyak dilihat.

“Ini adalah kali pertama bagi hasil nyata ditawarkan untuk video pendek dalam skala besar,” kata Mohan.

Belum jelas seberapa besar peluang untuk bagi pembuat Shorts karena YouTube memberikan informasi terbatas tentang penyebarannya.

YouTube mengatakan bahwa setiap bulan akan mengumpulkan pendapatan iklan dari Shorts.

Presentase yang tidak diungkapkan, dialokasikan untuk pembuat konten dan YouTube akan membayar 45% dari jumlah tersebut.

Pembuat konten populer telah lama menghasilkan uang dari YouTube dengan menjalankan iklan pada video dan mendapatkan sebagian dari hasilnya.

Untuk memungkinkan hal itu terjadi, Google meluncurkan YouTube Partner Program (YPP) pada tahun 2007.

Hingga saat ini, satu-satunya cara untuk menghasilkan uang di Shorts ialah melalui Shorts Fund (dana/modal Shorts) senilai USD100 juta yang diluncurkan tahun lalu.

“Mulai awal 2023, kreator yang fokus pada Shorts dapat mendaftar ke YPP dengan memenuhi ambang batas 1.000 subscribers (penonton berlangganan) dan 10 juta penonton Shorts selama 90 hari,” kata YouTube dalam posting blog, Selasa.

“Kami memulai dengan Shorts Fund sebagai langkah pertama, tetapi dana tidak mengimbangi pertumbuhan luar biasa yang dilihat dalam video berdurasi pendek,” kata Mohan.

YouTube merasakan tekanan dari TikTok yang telah mendapatkan pangsa pasar dengan menyediakan wadah bagi orang-orang untuk membuat video pendek yang viral dengan musik.

Pada kuartal kedua, YouTube melihat tingkat ekspansi pendapatan kuartal paling lambat semenjak Alfabet mulai mendobrak penjualan unit video pada kuartal keempat 2019.

Perusahaan mengatakan sedang menguji model monetisasi untuk Shorts.

Sebelumnya, CFO Ruth Porat mengatakan bahwa YouTube sedang ditantang oleh perubahan perilaku konsumen yang menyukai video pendek.

Dalam model bagi hasil baru di Shorts, pembuat konten akan menerima jumlah uang yang sama, terlepas dari apakah video mereka menyertakan musik berhak cipta yang mengharuskan YouTube membayar lisensi.

“Ini memungkinkan kami menghapus semua kerumitan yang terkait dengan lisensi musik,” kata Mohan.

Biasanya, pembuat video YouTube memperoleh 55% pendapatan dari iklan yang diputar.

Namun, di Shorts iklan tidak dilampirkan pada video tertentu, tetapi berjalan di antara video dan Shorts feeds.

Mohan juga mengatakan bahwa Shorts memiliki 30 miliar penonton harian dan 1,5 miliar penonton berlangganan dalam sebulan, yang tidak berubah dari jumlah yang dibagikan perusahaan pada bulan April.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini