Share

Ekspor Indonesia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Sri Mulyani Yakin Ekonomi Kuartal III Menguat

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 27 September 2022 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 320 2675618 ekspor-indonesia-cetak-rekor-tertinggi-sepanjang-sejarah-sri-mulyani-yakin-ekonomi-kuartal-iii-menguat-kv9HZeqvCi.jpg Ekspor RI cetak rekor sepanjang sejarah (Foto: Freepik)

JAKARTA – Ekspor Indonesia pada Agustus 2022 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kinerja perekonomian Indonesia sampai dengan kuartal II (Q2) 2022 masih menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi mencapai 5,44%. Indikator dini ekonomi Indonesia hingga Agustus 2022 masih menunjukkan keberlanjutan tren pemulihan meskipun beberapa risiko tetap harus diwaspadai.

"Ekspor pada bulan Agustus 2022 tercatat USD27,91 miliar, tertinggi dalam sejarah. Sedangkan, neraca perdagangan bulan Agustus melanjutkan surplus pada 28 bulan terakhir, sebesar USD5,76 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif surplus neraca perdagangan mencapai USD34,92 miliar," ujar Sri melalui akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa(27/9/2022).

Optimisme konsumen kembali tinggi ditunjukkan oleh Indeks penjualan ritel masih terus tumbuh, sehingga konsumsi masyarakat diperkirakan masih cukup kuat di Q3 2022. Konsumsi listrik dari kegiatan bisnis dan industri, serta PMI manufaktur masih menunjukkan peningkatan.

"Ini mendorong optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3 2022 akan menguat dibandingkan Q2 2022. Dukungan kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia juga menjadi upaya untuk menurunkan ekspektasi inflasi ke depannya," ungkap Sri.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dia menyebutkan, APBNKiTa akan tetap dan terus dijaga. Pada Q3 dan Q4 2022, dukungan belanja APBN diharapkan semakin optimal, terutama melalui anggaran perlinsos, termasuk penyaluran bansos tambahan BLT BBM dan bantuan subsidi upah.

Dengan kinerja positif pendapatan hingga saat ini, pemerintah juga berupaya mengurangi defisit APBN 2022, sehingga realisasi defisit di akhir tahun diperkirakan jauh lebih rendah dari 4,50% PDB (Perpres 98/2022).

"Inilah komitmen pemerintah dalam menggunakan APBN untuk terus melindungi masyarakat, perekonomian, dan sekaligus melindungi APBN agar Indonesia terjaga secara seimbang," pungkas Sri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini