Share

Curhat ke Jokowi, Rahmat Ingin Gadaikan Ijazah S1 Jadi Jaminan Modal Bikin Startup

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 27 September 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 320 2675733 curhat-ke-jokowi-rahmat-ingin-gadaikan-ijazah-s1-jadi-jaminan-modal-bikin-startup-WGtdM4R94A.JPG Rahmat curhat ke Jokowi soal ijazah S1 yang bisa jadi jaminan dapat modal dari bank BUMN. (Foto: MPI)

JAKARTA - Seorang warga bernama Rahmat Irwanto bertanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai ijazah sarjana yang dimanfaatkan sebagai jaminan untuk mendapatkan modal dari Bank BUMN.

"Baru 5 tahun lalu saya lulus. Bisakah ijazah saya dijadikan sebagai modal di BUMN, entah itu Bank BRI, entah Bank Mandiri, karena mengingat startup yang bapak sampaikan kemarin sudah menjamur Pak?” tanya Rahmat kepada Presiden saat memberikan bantuan subsidi upah (BSU) di Kantor Pos Baubau, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9/2022).

Jokowi kemudian menjawab bahwa ada dua cara yang dapat dipilih oleh Rahmat jika ingin mengajukan pinjaman.

Cara pertama yaitu melalui skema kredit usaha rakyat (KUR).

"Pertama coba dengan yang namanya KUR. KUR itu bisa sampai Rp500 juta," jawab Jokowi.

Cara kedua menurut Jokowi adalah melalui Venture Capital yang juga terdapat di BUMN.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Kalau misalnya punya platform, punya aplikasi, berguna untuk petani untuk nelayan atau untuk UMKM bisa ikut pitching," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyarankan kepada Rahmat untuk mempersiapkan proposal penawaran dan memaparkan yang berisikan kesiapan, kemampuan, dan keuntungan yang bisa diberikan.

"Sekali lagi orang mau meminjamkan ke kita itu akan melihat performa, lihat kinerja, lihat apa yang ditawarkan, apa yang diprospek. Kalau bagus bisa saja tanpa agunan, pitching itu nggak ada agunan," jelas Jokowi.

Jokowi menambahkan dalam proses pitching nanti akan melalui serangkaian proses seleksi dan hanya produk dengan kualitas baik yang akan terpilih.

"Yang paling mudah kalau memang barangnya bagus, produk aplikasinya bagus, produk platformnya bagus, itu bisa pitching. Biasanya (dari) seribu orang, hanya 10 orang yang dipilih, dipilih yang bagus-bagus, tapi kalau Rahmat punya yang bagus, berani, itu kompetisi," pungkas Jokowi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini