Share

RI Punya Kawasan Industri tapi Kenapa Pengangguran Masih Jadi Sorotan?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 28 September 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 28 320 2676649 ri-punya-kawasan-industri-tapi-kenapa-pengangguran-masih-jadi-sorotan-zzCIZxujW8.JPG Ketua Umum ICCN Fiki Satari. (Foto: MPI)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Februari 2022 terdapat 208,54 juta orang penduduk usia kerja (PUK).

Dari tata tersebut, 5,53% menjadi pengangguran terkena dampak dari pandemi Covid-19.

Ketua Umum ICCN (Indonesia Creative Cities Network) Fiki Satari mengatakan isu pengangguran ini bukan hanya yang terdampak Covid-19.

Bahkan di kawasan industri sekalipun, pengangguran dan kemiskinan juga masih terus bermunculan.

 BACA JUGA:Tekan Angka Pengangguran, Menparekraf Beri Pelatihan Usaha ke Siswa SMK

"Misalnya di Cilegon punya Krakatau Steel, tetapi isu terbesarnya pengangguran, dan tenaga kerja, dan banyak sekali, kota industri, kota yang punya perusahaan besar, tetapi justru isu kemiskinan, isu ketenagakerjaan menjadi problem," ujar Fiki dalam Rakornas ICCN, Rabu (28/9/2022).

Fiki menjelaskan ekosistem ekonomi kreatof merupakan pendekatan pembangunan daerah melalui strategi literasi.

Terdiri dari elemen utama, yaitu SDM/Kreator, Karya/produk barang dan jasa kreatif, pasar/ruang-ruang apresiasi dan Litbang.

Oleh sebab itu menurutnya bonus demografi merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menjadi peluang yang cukup besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional, namun bisa menjadi tantangan jika tidak mengolahnya dengan baik.

"Bonus demografi, ini adalah premis, tetapi juga justru banyak negara fail karena tidak bisa mengelolanya," ucapnya.

"Ketika tidak bisa mengelola SDM-nya, terkait future jobs, future skills, kita tidak bisa memetakan potensi terbesar Indonesia, kemudian akhirnya akan ada 17 juta Pekerjaan yang hilang di tahun 2035," sambungnya.

Di samping itu perkembangan dunia digital akan menciptakan sekitar 40 juta lapangan kerja baru dan memunculkan potensi ekonomi digital Rp4.500 triliun.

"Pertanyaannya siapa yang akan mengisi pekerjaan baru tersebut," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini