Share

Menteri ESDM Buka Suara soal Nasib Program Kompor Listrik, Lanjut?

Rizky Fauzan, MNC Portal · Jum'at 30 September 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 320 2678156 menteri-esdm-buka-suara-soal-nasib-program-kompor-listrik-lanjut-7MiMydu4SS.JPG Kompor listrik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal mengenai batalnya program konversi kompor gas melon alias elpiji 3 kg ke kompor listrik.

Meskipun demikian, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pihaknya akan melihat hasil uji coba yang telah dijalankan PLN.

Sebagaimana diketahui, PT PLN (Persero) telah melakukan uji coba kompor listrik di dua kota yakni Solo dan Denpasar. Dia mengatakan, hasil uji coba ini bisa jadi bahan pertimbangan.

 BACA JUGA:Program Kompor Listrik Dibatalkan, Sudah Tepat?

"Nanti kita lihat hasil uji coba," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2022).

"Kemarin PLN yang melakukan uji coba. Mungkin ada hasil uji bisa dipakai untuk bahan pertimbangan," tambahnya.

Menteri ESDM mengungkapkan bahwa salah satu tema transisi energi adalah akses energi di mana semua negara mendukung clean cocking.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara, lebih dari 20% penduduk dunia belum memiliki sarana clean cooking tersebut.

Meski demikian, kata dia, karena program kompor listrik juga berkaitan dengan pasokan energi lain maka harus dikaji secara mendalam.

"Karena ini terkait dengan supply yang lain-lain ya harus kita kaji betul-betul," ungkap Menteri ESDM.

Sebagai informasi, pemerintah belum akan memulai implementasi program konversi kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik atau induksi di tahun 2022 ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan keputusan tersebut dalam konferensi pers, Jumat, 23 September 2022)

“Pemerintah belum memutuskan terkait program konversi listrik 3 kg menjadi kompor listrik induksi, namun dapat dipastikan bahwa program ini belum akan diberlakukan di tahun 2022,” kata Airlangga.

Sementara itu, PT PLN (Persero) telah membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik. Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis.

PLN juga memastikan tarif listrik tidak naik.

Penetapan tarif listrik ini telah diputuskan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi,” ucap Darmawan.

Selain itu, PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Daya listrik 450 VA juga tidak akan dialihkan menjadi 900 VA sehingga tarifnya tetap sama untuk masing-masing golongan.

“Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut. PLN tidak pernah melakukan pembahasan formal apapun atau merencanakan pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan program kompor listrik,” tegas Darmawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini