Share

Emas Berjangka Naik 1% selama Sepekan

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Sabtu 01 Oktober 2022 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 01 320 2678616 emas-berjangka-naik-1-selama-sepekan-cb5eTpIHKl.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka hari ini naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, setelah data menunjukkan angka inflasi AS untuk Agustus secara mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan dan dolar sedikit melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD3,40 atau 0,2% menjadi USD1.672,00 per ounce.

Harga emas menguat 1% dalam minggu ini, tetapi turun 3,1% untuk bulan ini dan 7,5% untuk kuartal tersebut, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (1/10/2022).

Harga emas mendapat dukungan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS, indikator inflasi pilihan Fed, naik 0,6% pada Agustus setelah datar di Juli.

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar 0,5%, dan menunjukkan inflasi meluas, yang memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih besar.

Pada basis tahun ke tahun, PCE inti meningkat 4,9%, lebih tinggi dari perkiraan 4,7% dan naik dari 4,7% di bulan sebelumnya.

"Ekspektasi inflasi penting dan ... segalanya mulai terlihat lebih baik untuk emas," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Emas sering dilihat sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga Fed.

Indeks manajer pembelian Chicago, barometer bisnis Chicago, turun tajam ke 45,7 pada September dari 52,2 pada Agustus, juga memberikan mendukung terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 32,7 sen atau 1,75%, menjadi ditutup pada USD19,039 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD1,10 atau 0,13%, menjadi ditutup pada USD859,0 per ounce.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini